imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Memahami money flow (arus uang) dari pemain besar atau institusi (Big Players/Smart Money) adalah kunci untuk menghindari jebakan pasar dan mengikuti tren yang memiliki probabilitas tinggi. Berbeda dengan trader ritel, institusi tidak bisa masuk atau keluar pasar dalam satu waktu karena volume mereka yang masif dapat mengubah harga secara drastis.
Berikut adalah panduan untuk memahami cara kerja dan cara melacak arus uang besar tersebut:

1. Konsep Dasar: Smart Money vs. Retail Money

FITUR

smart money (INSTITUSI) :
pelaku : bank ,hadge funds, pengelola dana pensiun
metode : akumulasi bertahap, algoritma kompleks
tujuan : mencari liquiditas (area dimana banyak order ritel)
dampak : mampu menggerakkan arah market

dan ...

ritel money (RITEL)
pelaku : treder individu, pemula
metode : FOMO (fear of missing out),emosional
tujuan : mengikuti trend yang sudah terlihat jelas
dampak : hanya penumpang di market


2. Fase Pergerakan Uang Besar (Market Cycle)
Institusi menggerakkan pasar melalui empat fase utama yang sering disebut sebagai teori Wyckoff:
• Akumulasi: Institusi mulai membeli secara perlahan di harga rendah tanpa menarik perhatian. Harga cenderung bergerak menyamping (sideways).
• Mark-Up: Setelah posisi mereka penuh, harga didorong menembus resistance. Ritel mulai sadar dan ikut membeli (FOMO), yang justru menguntungkan institusi.
• Distribusi: Institusi mulai menjual posisi mereka ke pembeli ritel di harga tinggi. Harga kembali bergerak menyamping.
• Mark-Down: Setelah institusi keluar, harga jatuh karena tidak ada lagi dukungan beli dari uang besar.
3. Cara Melacak Arus Uang Besar
Anda bisa menggunakan indikator dan metode berikut untuk melihat "jejak kaki" mereka:
A. Indikator Teknikal Berbasis Volume
Karena uang besar selalu meninggalkan jejak pada volume, gunakan indikator ini:
• Money Flow Index (MFI): Sering disebut sebagai "RSI yang berbobot volume". Jika harga naik tapi MFI turun (Bearish Divergence), itu tanda uang besar mulai keluar.
• Chaikin Money Flow (CMF): Mengukur akumulasi vs distribusi. Nilai di atas 0 menunjukkan dominasi uang masuk (akumulasi).
• On-Balance Volume (OBV): Melacak aliran volume kumulatif untuk melihat apakah volume mendukung tren harga saat ini.
B. Analisis Order Flow & Liquidity
Institusi membutuhkan Likuiditas. Mereka biasanya mencari area di mana banyak Stop Loss trader ritel berada (biasanya tepat di atas resistance atau di bawah support).
• Stop Hunt: Harga seringkali menembus support/resistance sedikit (seolah-olah breakout), memicu stop loss ritel, lalu berbalik arah dengan tajam. Ini adalah tanda institusi sedang "mengambil" likuiditas.
C. Data Fundamental & Laporan (Untuk Saham/Forex)
• Laporan COT (Commitment of Traders): Dalam forex, laporan mingguan ini menunjukkan posisi beli/jual dari bank-bank besar.
• Bandarmologi (Khusus Saham Indonesia): Memantau data broker (broker summary) untuk melihat apakah broker-broker besar (asing atau institusi lokal) sedang melakukan akumulasi bersih.
4. Tips Praktis untuk Trader
1. Jangan Melawan Arus: Jika indikator money flow menunjukkan distribusi (uang keluar), jangan memaksakan beli meskipun ada berita bagus.
2. Cari Divergensi: Perbedaan antara pergerakan harga dan volume adalah sinyal paling jujur dari Smart Money.
3. Sabar di Area Konsolidasi: Seringkali itu adalah fase akumulasi institusi. Tunggu konfirmasi
breakout yang disertai lonjakan volume.


$IHSG

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy