imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Permainan Substitusi: Tembaga vs Aluminium

Selamat malam teman-teman di $IHSG

Belum lama ini, saya sempat bertemu teman saya yang bermain di industri kabel-kabelan dan jujur... saya belajar banyak mengenai Tembaga ($MDKA) dan Aluminium ($ADMR).

Kata dia, di dalam dunia logam industri, tembaga memang masih menjadi standar UTAMA untuk konduktivitas listrik, posisinya hanya kalah dari perak. Namun Aluminium, meskipun konduktivitasnya “hanya” sekitar 61% dari tembaga, memiliki satu keunggulan besar: BOBOTNYA jauh lebih ringan, hanya sekitar 30% dari berat tembaga. Dengan desain yang tepat dan kepadatan yang diatur (Aluminium memiliki Densitas yang rendah), aluminium bisa memberikan performa konduksi yang mendekati tembaga, tetapi dengan efisiensi bobot yang jauh lebih baik. Inilah alasan mengapa aluminium semakin RELEVAN dalam aplikasi skala besar (Terutama untuk Power Grid).

Dari sisi harga, selisihnya JAUH. Tembaga kini diperdagangkan di kisaran US$12.700 per ton, sementara aluminium masih berada di sekitar US$3.100 per ton, hampir 4x lebih murah. Di tengah tekanan biaya (karena Tembaga ada masalah di sisi Supply), industri secara alami akan mencari alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengorbankan fungsi. Aluminium menawarkan kombinasi efisiensi dan efektivitas.

Memang, aluminium secara struktur lebih lunak dibanding tembaga, sehingga dalam aplikasi kabel biasanya membutuhkan inti baja (di tengah kabel) untuk menjaga kekuatan mekanis. Namun ini bukan hambatan besar, justru bagian dari evolusi industri.

Kesimpulannya: jika tembaga memasuki fase BULLISH STRUKTURAL karena pasokan terbatas dan permintaan yang terus meningkat, maka aluminium sebagai SUBSTITUSI logisnya hampir pasti akan ikut Bullish.

Menurut saya, SUBSTITUSI bukan sekadar pilihan, tetapi memang KEWAJIBAN untuk menekan biaya.

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy