➖ Gubernur BI dan para Deputi Gubernur dalam statement setelah keputusan BI Rate menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah terhadap USD lebih dikarenakan faktor eksternal ketidakpastian global yang meningkat.
Negara-negara lain juga mengalami pelemahan mata uang serupa.
Namun Rupiah mengalami pelemahan yang lebih dalam karena pengaruh 'persepsi', dan BI berusaha membalikkan persepsi itu dengan menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia relatif aman.
Cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan intervensi nilai tukar.
BI juga akan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang ada untuk menstabilkan kurs.
Kedepannya, BI terus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan mendorong kebijakan insentif likuiditas makroprudensial, bersinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah.
BI menegaskan proses pemilihan Deputi Gubernur yang sedang berlangsung di DPR, tidak akan mengganggu tugas dan wewenang BI.
Kebijakan moneter BI tetap dilakukan secara kolektif kolegial melibatkan seluruh jajaran Dewan Gubernur BI.
https://cutt.ly/ftzdbMyB
$IHSG $USDIDR $BBRI