imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

RAKSASA DI BALIK RIMBA: KETIKA BSD CITY HANYA SETITIK DEBU.

Bayangkan kemegahan BSD City. Sebuah kota mandiri seluas 6.000 hektar yang menyabet predikat Kota Mandiri terbaik di Indonesia dan resmi menjadi percontohan untuk IKN. Orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di BSD City, apalagi datang dari daerah terpencil, wajar akan terpesona dan berkata dalam hati "wah Indonesia sudah maju ya".

Namun, bersiaplah untuk terperangah: Di tanah Sumatera Utara, terdapat imperium lahan yang membuat BSD tampak seperti miniatur mainan.

PT Toba Pulp Lestari $INRU menguasai konsesi seluas 167.912 hektar. Itu artinya, kamu bisa memasukkan 28 kota seukuran BSD City ke dalam wilayah mereka dan masih tersisa ruang kosong. Sementara itu, Agincourt Resources sebagai anak usaha dari $UNTR dengan 130.252 hektar tanahnya, setara dengan membentangkan 21 kali lipat luas BSD City di atas peta.

Saya tidak sedang membicarakan lingkungan perumahan; saya sedang membicarakan penguasaan wilayah yang luasnya melampaui imajinasi, coba iseng kamu buka peta pulau Sumatera, tanpa zoom berlebihan area gundul tambangnya udah terlihat kok dari satelit, sebesar itu!
-----------------------------------------------

HUTAN ADALAH SPONS PENYERAP AIR, BAYANGKAN SPONS RAKSASA SEBESAR 28 KALI LIPAT BSD CITY TIBA-TIBA HILANG.

Hilangnya Spons Alami: Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap air hujan (spons) kini memiliki daya serap yang jauh berkurang. Akibatnya, jutaan meter kubik air lari menjadi run-off yang memicu banjir bandang di pemukiman sekitar, debit air ke hilir meluncur dengan kecepatan yang mematikan

DAMPAK KE PEMEGANG SAHAM
Bagi para investor, angka-angka hektar ini adalah aset luar biasa, namun kini dibayangi awan hitam.
Sentimen Negatif Pencabutan Izin: Kabar terbaru mengenai pencabutan izin konsesi oleh pemerintah (seperti yang dilaporkan pada hari ini 21 Januari 2026) adalah gmalapetaka bagi harga saham.
UNTR yang dikenal kuat, langsung anjlok ARB.

Risiko ESG (Environmental, Social, and Governance): Investor global kini makin sensitif terhadap isu lingkungan. Tekanan akibat bencana banjir dan konflik lahan dapat memicu aksi jual masif, memaksa pemegang saham menelan pil pahit jika perusahaan gagal melakukan mitigasi ekologi yang kredibel.
------------------------------------------------

Bahkan di angka-angka lahan yang fantastis, terdapat tanggung jawab yang jauh lebih raksasa.

Tanggung jawab itulah yang sekarang sedang dipikul pemerintah.
Juga tanggung jawab moral yang kita--trader/investor emban bersama.

$ASII

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy