$ASLI $IHSG $TEBE :
PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) dan PT Wahana Konstruksi Mandiri setelah akuisisi selesai pada 19 Januari 2026:
📌 1. Status Proyek yang Sedang dan Direncanakan di 2026
Menurut laporan industri, ASLI tetap melanjutkan beberapa proyek besar yang sudah berjalan dan diprioritaskan di tahun 2026, termasuk struktur pekerjaan untuk proyek-proyek berikut sebelum atau di sekitar masa akuisisi:
✔️ Pengerjaan struktur Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III Fase 2 Paket 2 yang melibatkan sub-kontraktor seperti Hutama Karya, Abipraya, Jakon, dan Yasa dalam kerja sama operasi (KSO).
✔️ Pekerjaan bekisting pier head untuk pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B (Velodrome–Manggarai) bersama KSO antara Waskita, Nindya, dan LRS.
Ini berarti ASLI diperkirakan akan meneruskan kontrak-kontrak tersebut sebagai bagian dari backlog yang sudah ada saat WKM mengambil alih. Kontrak-kontrak ini merupakan pekerjaan yang nyata di lapangan dan bernilai ratusan miliar hingga triliunan rupiah, meskipun jumlah pastinya tidak selalu dipublikasikan secara lengkap oleh pihak perusahaan atau BEI.
📌 2. Portofolio Proyek yang Pernah Dikerjakan oleh WKM (yang bisa disinergikan)
Walaupun belum ada pengumuman kontrak baru resmi setelah akuisisi 2026 (belum dipublikasi secara terpisah), portofolio pekerjaan WKM sebelum pengambilalihan menunjukkan jenis proyek yang bisa menjadi peluang kerja sama/lanjutan setelah akuisisi:
• Workshop & Office Plant Kalimantan Jhonlin Baratama – Kalimantan Selatan (2023)
• Pembangunan barak dan Pos Pengamanan Perbatasan TNI – Kementerian Pertahanan (2024–2025)
• Pekerjaan Jetty dan Mooring Dolphin – PT Nusa Jaya Port (2023)
• Pembangunan tangki CPKO – PT Kodeco Agrojaya Mandiri (2023)
• Gedung Dekranasda Kotabaru (2024)
• Revitalisasi MEP Terminal 1B PT Angkasa Pura II (2022)
• Jembatan KM 17 & KM 51 Mantewe – Dinas Pekerjaan Umum (2022)
• Pembangunan ruang VVIP RSUD Hadji Boejasin Tanah Laut (2024)
Portofolio ini bukan kontrak baru setelah pengambilalihan, tetapi menunjukkan jenis pekerjaan potensial yang bisa diintegrasikan ke dalam backlog ASLI–WKM dalam proyek bersama ke depan, seperti pembangunan fasilitas industri, sipil besar, jembatan, pelabuhan, dan gedung pemerintahan.