DOLAR AS DEKAT Rp17.000 & RESPONS OJK

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Dalam praktik perbankan, sejumlah bank bahkan sudah mematok kurs jual dolar AS di kisaran tersebut, khususnya untuk transaksi di counter dan bank notes.

Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS secara global serta sentimen pasar yang masih cenderung risk-off, yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Menanggapi kondisi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan untuk memperkuat pengelolaan risiko, khususnya risiko nilai tukar, serta melakukan stress test guna memastikan ketahanan perbankan di tengah volatilitas pasar.

Volatilitas nilai tukar berpotensi berdampak pada biaya impor, kewajiban valas korporasi, dan tekanan harga di dalam negeri, sehingga kewaspadaan dan manajemen risiko menjadi semakin penting.



Key Takeaways :

-Rp17.000 per USD menjadi level psikologis yang kembali diuji pasar.
-Pelemahan rupiah dipengaruhi faktor global, bukan semata domestik.
-Kurs jual bank sudah mencerminkan tekanan di pasar valas.
-OJK fokus pada stabilitas, bukan intervensi harga: risiko, stress test, dan likuiditas.
Dampak utama terasa pada impor, utang valas, dan biaya usaha.
-Manajemen risiko dan lindung nilai (hedging) menjadi kunci di tengah volatilitas.

Sumber:
CNBC Indonesia
Blomberg Technoz

$IHSG $BBCA $BBRI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy