Sekedar share aja ya dari pengalaman pribadi gw di market, satu hal yang paling kerasa itu:
reaksi terbesar market sering datang dari hal yang kelihatannya sederhana
Dulu gw juga sempat “keranjingan” indikator 🤣
Chart makin rame, tapi keputusan malah makin berat
Sampai lier sendiri, jd sbnrny klo disimpulkan market paling sering bereaksi bukan karena indikator, tapi karena area
ky yg pernah gw share sblmnya Support-Resistance itu bukan sekadar garis ya mnrt gw, Itu jejak keputusan besar
Area di mana dulu ada transaksi serius, emosi, dan kepentingan
Menariknya, setelah paham SR, barulah Fibonacci jadi masuk akal, dan di situ gw dapet satu kesimpulan yang cukup ngena:
gw bikin ringkasannya mnrt POV gw:
1. SR tanpa Fibonacci>> tetap kuat
2. Fibonacci tanpa SR >>rawan halu
3. SR + Fibonacci + respon harga >> baru strategis
Fibonacci itu sndiri bukan ramalan y
Dia cuma alat bantu buat melihat confluence
Kalau berdiri sendiri, sering bikin pede palsu
Kalau ketemu area yang memang “hidup”, probabilitasnya beda cerita
Jadi cara baca chart jgn cari “indikator apa yang paling canggih?” walaupun ada ya, cm mnrt gw lebih ke di area mana market bereaksi, dan bagaimana responnya sekarang
Indikator cuma bahasa. Area adalah konteks. Respon harga adalah niat sebenarnya
Jujur aja, masih ada beberapa indikator lain yang sampai sekarang gw pakai dan memang gw rasakan cukup powerful
Tapi kalau ditumpahin semua di satu post…
malah keburu pusing duluan 😄
Nanti pelan-pelan, step by step, biar kebaca logikanya, bukan sekadar ditiru
buat yg butuh referensi:
1. Al Brooks - Support & Resistance / Price Action
2.Larry Pesavento - Fibonacci & Confluence
$IHSG🫡
