Berikut adalah alasan-alasan menarik mengapa Anda harus berpatokan pada harga intrinsik sebelum menekan tombol buy:
1. Memiliki "Sabuk Pengaman" (Margin of Safety)
Dalam investasi, tidak ada yang pasti 100%. Membeli di bawah harga intrinsik memberi Anda Margin of Safety.
Logikanya: Jika harga intrinsik sebuah saham adalah Rp1.000 dan Anda membelinya di harga Rp700, Anda punya "bantalan" sebesar Rp300. Jika perusahaan mengalami masalah kecil atau pasar sedang crash, risiko kerugian Anda jauh lebih kecil dibanding mereka yang membeli di harga Rp1.100.
2. Tidak Terjebak "Drama" Pasar
Pasar saham itu seperti orang yang sedang mood swing (sering disebut Mr. Market). Kadang dia terlalu bersemangat (harganya jadi kemahalan), kadang dia sangat depresi (harganya jadi murah sekali).
Dengan mengetahui harga intrinsik, Anda tidak akan ikut-ikutan panik saat harga turun atau terlalu euforia saat harga naik. Anda punya jangkar logika yang membuat Anda tetap tenang saat orang lain sedang emosional.
3. Keuntungan Maksimal Saat Penyesuaian Harga
Harga pasar cenderung akan selalu bergerak menuju nilai aslinya (intrinsik) dalam jangka panjang.
Jika Anda membeli saham yang harga pasarnya Rp500 padahal nilai intrinsiknya Rp800, Anda sedang menunggu keuntungan otomatis sebesar 60% saat pasar akhirnya sadar bahwa saham tersebut ternyata berharga. Ini adalah cara "curang" yang legal untuk menang di bursa saham.
4. Menghindari Fenomena "Membeli Kucing dalam Karung"
Banyak investor pemula membeli saham hanya karena harganya sedang naik (FOMO). Tanpa tahu nilai intrinsiknya, mereka sebenarnya sedang berjudi.
Memahami harga intrinsik memaksa Anda untuk memahami bisnisnya, bukan cuma melihat grafik warnanya hijau atau merah. Anda menjadi pemilik bisnis, bukan sekadar pemain angka.
Analogi Sederhana:
Bayangkan Anda ingin membeli mobil yang harga pasar bekasnya biasanya Rp200 juta (Nilai Intrinsik).
Jika ada orang menjualnya seharga Rp150 juta karena dia butuh uang cepat, Anda pasti segera membelinya karena itu murah.
Tapi jika orang menjualnya seharga Rp250 juta hanya karena warnanya sedang tren, Anda pasti berpikir dua kali karena itu kemahalan.
Kesimpulan:
Membeli di harga intrinsik adalah cara Anda memastikan bahwa setiap rupiah yang Anda keluarkan bekerja sekeras mungkin untuk Anda. Itu adalah perbedaan antara "berinvestasi dengan rencana" dan "berharap pada keberuntungan."
DYOR(bukan ajakan beli/jual)
$BUMI $PTBA $MDKI
