SAHAM SEJAK MUDA
Jalan Panjang Menuju Kebebasan Finansial
oleh illusix
Bagian 1: Kenapa Harus Investasi Saham Sejak Muda?
"Kekayaan terbesar anak muda bukanlah uang di rekening, melainkan waktu yang mereka miliki."
Pernahkah kamu merasa iri melihat orang-orang usia 40 atau 50 tahun yang sudah mapan secara finansial? Mereka punya rumah, mobil bagus, dan aset di mana-mana. Sementara kamu? Mungkin saldo rekening masih pas-pasan, gaji habis di tengah bulan, dan kata "investasi" terdengar seperti hal mewah yang belum terjangkau.
Tapi, tahukah kamu? Ada satu hal yang kamu miliki dalam jumlah melimpah, yang tidak bisa dibeli oleh orang-orang kaya yang sudah tua itu.
Hal itu adalah Waktu.
1.1 Uang vs Waktu: Aset Terbesar Kamu
Dalam dunia investasi, ada dua bahan bakar utama: Modal (Uang) dan Durasi (Waktu).
Orang yang sudah mapan biasanya punya banyak uang (modal), tapi sisa waktu mereka untuk memutar uang itu semakin sedikit. Sebaliknya, kamu sebagai anak muda mungkin belum punya modal besar. Kamu mungkin baru bisa menyisihkan Rp100.000 atau Rp200.000 sebulan. Itu wajar.
Namun, kamu punya durasi yang sangat panjang. Di pasar saham, waktu adalah faktor pengali yang jauh lebih dahsyat daripada besarnya modal awal. Uang kecil yang diberi waktu panjang untuk bertumbuh akan mengalahkan uang besar yang terlambat masuk pasar.
Jangan menunggu punya uang banyak baru mulai. Mulailah karena kamu punya waktu banyak.
1.2 Bekerja Keras Saja Tidak Cukup
Saya yakin kamu adalah pekerja keras. Kamu bangun pagi, menembus macet atau berdesakan di kereta, bekerja sampai sore, kadang lembur sampai malam.
Tapi coba lihat sekeliling. Banyak orang yang bekerja sangat keras seumur hidupnya, namun di masa tua mereka masih kesulitan finansial. Kenapa? Karena mereka hanya bekerja untuk uang, tapi lupa menyuruh uang mereka bekerja.
Ada musuh tak terlihat bernama Inflasi. Kenaikan harga barang setiap tahun pelan-pelan menggerogoti nilai tabunganmu di bank. Jika kamu hanya menabung di celengan atau rekening biasa, nilai jerih payahmu sebenarnya sedang menyusut.
Investasi saham bukan sekadar mencari untung tambahan. Ini adalah cara agar kerja kerasmu hari ini tidak sia-sia dimakan zaman. Ini adalah cara kamu "membeli" kemerdekaan di masa depan, agar kamu tidak harus bekerja sekeras ini selamanya.
1.3 Saham: Alat Bisnis, Bukan Meja Judi
Banyak anak muda takut masuk saham karena mendengar cerita horor: teman bangkrut, uang hilang, atau saham nyangkut. Ketakutan itu wajar jika kamu menganggap saham sebagai tempat tebak-tebakan harga atau judi.
Mari kita luruskan mindset-nya sekarang juga.
Membeli saham artinya membeli kepemilikan bisnis.
Saat kamu membeli saham perbankan besar atau perusahaan makanan konsumen, kamu sedang menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan raksasa itu. Ketika perusahaan itu untung, kamu berhak atas bagian keuntungannya.
Sebagai "Bos" (pemegang saham), tugasmu bukan memelototi layar setiap detik. Tugasmu adalah memilih perusahaan yang sehat, membelinya di harga wajar, dan bersabar membiarkan manajemen perusahaan bekerja untukmu.
Lanjut https://stockbit.com/post/26812878
$BUMI $ASHA $BNBA