Korelasi obligasi dan BI Rate bersifat terbalik (invers): saat BI Rate naik, harga obligasi cenderung turun; sebaliknya, saat BI Rate turun, harga obligasi cenderung naik. Ini karena obligasi lama dengan kupon tetap menjadi kurang menarik saat suku bunga pasar naik, sehingga harganya turun, dan sebaliknya, obligasi lama menjadi lebih berharga saat suku bunga turun.
Mekanisme hubungan terbalik:
BI Rate Naik:
Investor mencari imbal hasil lebih tinggi di investasi baru (deposito, obligasi baru).
Obligasi lama dengan kupon tetap menjadi kurang menarik.
Untuk menarik pembeli, harga obligasi lama harus turun (dijual diskon) agar imbal hasilnya (yield) setara dengan obligasi baru.
Akibatnya, harga obligasi turun, tetapi yield-nya naik.
BI Rate Turun:
Imbal hasil investasi lain (deposito, obligasi baru) ikut turun.
Obligasi lama dengan kupon tetap menjadi lebih menarik karena kuponnya lebih tinggi dari suku bunga pasar.
Harga obligasi lama naik (dijual premium) karena permintaan meningkat.
Akibatnya, harga obligasi naik, tetapi yield-nya turun.
Faktor lain yang memengaruhi:
Jatuh tempo: Obligasi jangka panjang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga daripada obligasi jangka pendek.
Persepsi dan ekspektasi:
Faktor makroekonomi (inflasi, pertumbuhan ekonomi) dan ekspektasi investor juga memengaruhi pergerakan harga obligasi.
$IHSG $LQ45