Korelasi antara Obligasi Pemerintah Indonesia (Indonesian Government Bond/IDN Bond) dan kurs valuta asing (valas), khususnya Rupiah terhadap Dolar AS (USD/IDR), umumnya bersifat positif atau searah dalam konteks yield (imbal hasil).
Artinya, ketika Rupiah melemah (kurs USD/IDR naik), yield obligasi cenderung naik (harga obligasi turun), dan sebaliknya.
Berikut adalah rincian korelasi antara IDN Bond dan kurs valas:
1. Dampak Depresiasi Rupiah (Kurs Naik) terhadap Bond Yield Naik (Harga Turun): Saat nilai tukar rupiah melemah, investor asing cenderung melepas kepemilikan mereka di obligasi negara untuk menghindari risiko kerugian nilai tukar (exchange rate risk). Aksi jual ini menurunkan harga obligasi dan menaikkan yield.
Sentimen Risiko: Melemahnya Rupiah sering memicu kekhawatiran inflasi, yang memaksa Bank Indonesia (BI) merespons dengan kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya mendorong yield obligasi lebih tinggi.
2. Dampak Penguatan Rupiah (Kurs Turun) terhadap Bond Yield Turun (Harga Naik): Saat rupiah menguat, investor asing cenderung masuk kembali ke pasar obligasi Indonesia karena potensi imbal hasil yang lebih menarik, mendorong harga obligasi naik dan yield turun.
3. Faktor Kepemilikan Asing Kepemilikan asing yang cukup tinggi di Surat Berharga Negara (SBN) membuat yield obligasi Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan kurs.Pergerakan modal asing (capital inflow/outflow) yang dipicu oleh sentimen kurs dan selisih suku bunga (interest rate differential) menjadi penggerak utama.
4. Korelasi Jangka Pendek vs Panjang Penelitian menunjukkan bahwa secara empiris, nilai tukar merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi yield obligasi negara, terutama untuk tenor 10-30 tahun.Meskipun demikian, faktor fundamental lain seperti kebijakan moneter (BI Rate) dan kondisi fiskal juga memainkan peran penting dalam menentukan arah pergerakan yield selain faktor kurs.
*Kesimpulan:* Secara umum, terdapat hubungan terbalik antara nilai tukar Rupiah dan yield IDN Bond. Rupiah lemah \(\rightarrow \) Yield Obligasi Naik. Rupiah kuat \(\rightarrow \) Yield Obligasi Turun.
$IHSG