imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

"Membongkar Teknik Markup Harga: Jangan Jadi Pembeli Terakhir"
Setelah fase akumulasi selesai, Smart Money biasanya akan melakukan markup atau penarikan harga ke atas dengan sangat cepat. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pasar agar ritel mulai melirik saham tersebut. Namun, di sinilah letak bahayanya bagi investor yang tidak memiliki data. Banyak ritel yang baru masuk saat harga sudah naik 20% karena mereka hanya melihat grafik hijau yang menarik. Mereka tidak menyadari bahwa saat mereka membeli, Smart Money mungkin sudah mulai bersiap untuk melakukan distribusi atau yang kita kenal sebagai arus Bad Money.

Dengan bantuan Trigger Smart Money, Anda bisa melihat fase transisi ini dengan sangat jelas. Anda tidak perlu menunggu harga naik tinggi untuk menyadari adanya pergerakan. Sistem ini akan mendeteksi lonjakan volume 5x lipat tepat saat harga mulai "lepas landas" dari area konsolidasi. Dengan melihat nilai Clean Money, Anda bisa memastikan bahwa kenaikan tersebut memang didorong oleh akumulasi dana masuk yang baru, bukan sekadar pancingan harga. Ini memungkinkan Anda untuk masuk di barisan awal, bukan menjadi pembeli terakhir yang akhirnya menanggung kerugian saat harga berbalik arah.

Memahami siklus antara akumulasi dan distribusi adalah pembeda antara trader profesional dan amatir. Jangan biarkan diri Anda menjadi korban dari strategi pemain besar yang ingin keluar di harga tertinggi. Gunakan data real-time untuk memvalidasi setiap kenaikan harga. Jika data menunjukkan dana bersih masih mengalir masuk secara masif, maka tren naik masih memiliki potensi besar. Namun, jika harga naik tapi dana bersih mulai menipis, itulah sinyal bagi Anda untuk mulai waspada dan mengamankan keuntungan yang sudah ada di tangan.
$TEBE $SOLA $BBRI

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy