@hedi2an
Fenomena turunnya harga dari "ribuan" (atau ratusan tinggi) menjadi "ratusan kecil" (dekat Rp100) ini terjadi karena rasio penerbitan saham barunya sangat ekstrem.
Berikut penjelasannya mengapa ini bisa terjadi:
1. "Dilusi Tingkat Dewa" (Rasio 5 : 102)
Berdasarkan data yang ada di gambar dan pasar saat ini, PACK melakukan RI dengan rasio 5 : 102.
Artinya: Jika Anda punya 5 lembar saham lama, Anda berhak membeli 102 lembar saham baru.
Harga Tebus: Rp100 per lembar.
Dampak: Jumlah saham baru yang diterbitkan itu 20 kali lipat lebih banyak dari saham lama. Karena saham baru ini dijual sangat murah (Rp100), maka harga pasar "terseret" turun drastis menyesuaikan rata-rata harga baru tersebut.
2. Hitungan Matematika (Kenapa Harganya Hancur?)
Ini disebut Penyesuaian Harga Teoritis (Theoretical Ex-Rights Price / TERP). Mari kita simulasikan:
Anggap harga saham $PACK sebelum RI adalah Rp2.000 (Harga Ribuan).
Nilai Lama: 5 lembar x Rp2.000 = Rp10.000
Nilai Baru (Tebus RI): 102 lembar x Rp100 = Rp10.200
Total Aset Anda: Rp20.200
Total Lembar Saham: 5 + 102 = 107 lembar
Harga Baru (Teoritis) = Rp20.200 / 107 lembar = ~Rp188
Jadi, harga sahamnya otomatis jatuh dari Rp2.000 ke kisaran Rp188 pada saat Ex-Date. Inilah yang membuat grafik harganya terlihat seperti "displit", padahal aslinya harganya disesuaikan karena banjir saham murah baru.
3. Bedanya dengan Stock Split
Meskipun sama-sama bikin harga turun, mekanismenya beda total:
Stock Split: Saham Anda dibelah (misal 1 jadi 10). Harga turun 10x, tapi jumlah lembar Anda otomatis naik 10x. Nilai uang Anda tetap, gratis, dan tidak perlu setor uang.
Rights Issue Jumbo (PACK): Harga turun drastis, tapi jumlah lembar saham Anda TIDAK bertambah kecuali Anda setor uang untuk menebus haknya (di harga Rp100).
Bahayanya: Jika Anda punya saham PACK di harga atas dan tidak menebus RI-nya, maka persentase kepemilikan Anda akan tergerus (terdilusi) hingga ~95% dan nilai uang Anda hancur karena harga pasar sudah menyesuaikan ke bawah (Rp100-an), sementara jumlah lot Anda tetap sedikit.