imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

https://stockbit.com/post/26685234 <<<< Wyckoff #1 - Kenapa Harga Saham Tidak Pernah Bergerak Acak

Lanjut

Wyckoff #2
Composite Man: Sosok Tak Terlihat di Balik Pergerakan Harga**

“The public is nearly always wrong.”
— Jesse Livermore

Jika di Bab 1 kita sepakat bahwa harga saham tidak pernah bergerak secara acak,
maka pada titik ini muncul satu pertanyaan yang tak bisa dihindari...
siapa yang sebenarnya menggerakkan harga?

Richard Wyckoff tidak menjawabnya dengan nama, bukan pula institusi, dan tidak dengan teori konspirasi.

Ia menyebutnya dengan satu istilah sederhana : Composite Man.

Composite Man bukan satu orang.
Ia adalah gabungan dari kekuatan besar: pemilik modal, institusi, pihak yang mampu mempengaruhi keseimbangan supply dan demand.

Wyckoff sengaja “memanusiakan” mereka menjadi satu sosok, agar kita, para pelaku pasar kecil,
bisa mempelajari perilakunya, bukan sibuk menebak identitasnya.

Karena dalam market, niat jauh lebih penting daripada nama.

Composite Man bekerja dengan satu prinsip dasar " DIA SANGAT SABAR " <<< catat.

Modal besar justru membuat mereka harus bergerak perlahan.
Mereka tidak bisa membeli dalam satu hari tanpa mengerek harga.
Mereka tidak bisa menjual sekaligus tanpa menjatuhkan pasar.

Maka mereka menciptakan sesuatu yang sering disalahpahami oleh banyak orang yaitu fase Sideways yang membosankan.
Harga yang terlihat “nggak ke mana-mana”.
Pergerakan kecil yang membuat banyak orang kehilangan minat.
Di sanalah Composite Man bekerja paling serius.

Bagi sebagian orang, fase ini adalah waktu yang membosankan.
Bagi wisetrader, ini adalah waktu observasi.

Karena pasar yang terlihat tenang sering kali justru sedang menyembunyikan rencana besar.

“Big moves are born in quiet markets.”

Composite Man memahami satu hal yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang yaitu emosi manusia.

Ketika harga lama tidak bergerak, manusia bosan.
Ketika harga turun sedikit, manusia takut.
Ketika harga mulai naik, manusia serakah.
Dan pasar dibangun di atas emosi-emosi itu.

Berita buruk sering muncul saat harga sedang ditekan.
Berita bagus sering datang ketika barang sudah hampir habis dibagikan.

Bukan karena berita itu palsu,
melainkan karena timing-nya tidak pernah netral.

Di sinilah kesalahan klasik banyak trader saham bermula.

Mereka bertanya:
“Ini saham bagus atau tidak?”
“Fundamentalnya oke atau tidak?”

Wyckoff mengajarkan pertanyaan yang berbeda:
“Saham ini sedang diperlakukan seperti apa?”

Karena saham yang baik di fase yang salah
akan tetap membuat pemiliknya menderita.

Dan saham yang biasa saja,
ketika diperlakukan dengan benar oleh Composite Man,
bisa memberikan hasil yang tidak biasa.

“It is not what you buy, but when you buy it.”
— Richard D. Wyckoff

Wisetrader tidak berusaha lebih pintar dari pasar.
Ia tidak melawan arus.
Ia hanya berusaha selaras.

Ia tidak memaksa market untuk bergerak sesuai keinginannya,
melainkan belajar membaca niat yang sedang dibangun secara perlahan.

Karena pasar tidak memberi hadiah pada yang paling cepat,
tetapi pada yang paling sabar.

Renungan untuk Wisetrader
Coba tanyakan pada diri sendiri, dengan jujur..

Apakah selama ini kamu masuk saham karena terlihat ramai,
atau karena merasakan bahwa sesuatu sedang dipersiapkan?

Apakah kamu lebih sering bereaksi, atau benar-benar menunggu?

Di bab berikutnya, kita akan mulai masuk ke fondasi utama Wyckoff :
tiga hukum dasar yang menjadi bahasa universal pergerakan harga.

Di sanalah wisetrader mulai berhenti menebak,
dan mulai memahami.

“The market is a reflection of human behavior.”

$BUMI $INET $ZATA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy