imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

馃挕 INSIGHT
"SANGKUT BOLEH, TAPI PILIH, SANGKUT DIMANA"
PART 2
============================================================
Yang mau belajar saham dari awal sampai akhir bisa akses materi saya disini https://stockbit.com/post/16214554.
Diskusi divergence style ada di bio saya
============================================================
Pada pembahasan sebelumnya, saya sudah ngomongin solusi preventif gimana caranya supaya kita bisa lepas dari sangkut di suatu saham. Lengkapnya anda bisa lihat di sini https://stockbit.com/post/26557700. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas solusi represif bagaimana caranya Anda bisa kabur dari sangkut. Ada beberapa tahapan sebenarnya yang sifatnya terukur supaya bisa lepas dari sangkut.

1. Money Management
2. Cut loss

Ingat ya, ini adalah upaya represif. Artinya, ketika Anda sudah menggunakan solusi preventif namun tidak berhasil maka selanjutnya yang digunakan adalah money management dan cut loss ini. Kita bahas satu per satu.

馃攽 MONEY MANAGEMENT
Saya tahu pasti, yang sangkut sudah pasti kehabisan dana wkwkwkwk. Karena kalau dana masih ada, sebenarnya masih bisa kabur dengan metode average down. Cukup profit 1% bisa kabur meskipun minus dikit bayar fee broker + pajak dan meterai kalau nominalnya besar. Tetapi setimpal daripada rugi banget.

Tentu salah satu kebiasaan pemula pada umunya telat sekali memahami money management. Sering kali baru terpikirkan ketika sudah terlanjur beli dan sangkut. Biasanya juga all in cacing-cacing naga-naga di suatu saham. Padahal ini suatu kebiasaan yang kurang tepat sebenarnya untuk pemula apalagi analisis masih terseok-seok.

Money management, ini adalah gabungan metode preventif dan represif untuk kabur dari sangkut. Kenapa? Karena dengan money management yang terukur sebelum membeli saham, Anda bisa meminimalisir kerugian (apalagi misal Anda seorang yang cenderung spekulatif) ketika membeli suatu saham. Sehingga tidak menaruh seluruh modal Anda pada suatu saham (kecuali Anda yakin benar kalau sahamnya akan naik tinggi atau analisis Anda meyakini sahamnya bergerak positif). Itu fungsi money management sebagai upaya preventif dari sangkut.

Sebagai upaya represif, Anda yang mungkin sedari awal tidak punya money management yang bagus tidak perlu khawatir. Karena saham ini, menggunakan teknis transaksi average down (saya gamau jelaskan panjang lebar soal average down nanti tulisan saya tambah banyak :V). Dengan average down dan memanfaatkan dana segar yang Anda miliki, anda bisa mengerek turun average anda saat ini, kepada posisi yang lebih rendah.

Oleh karena itu, saya sarankan Anda untuk menggunakan money management yang efektif sebelum membeli saham dan ketika terlanjur sangkut Anda bisa memanfaatkan average down untuk kabur. Dua hal itu bisa dilakukan sekaligus. Bijimana caranya? Anda bisa menggunakan money management dengan teknik 1/6, 2/6 dan 3/6.

Ketika anda ingin membeli saham, gunakan 1/6 modal terlebih dahulu. Jika harga sahamnya turun lagi, beli 2/6 untuk menurunkan average anda. Ketika turun lagi, gunakan 3/6 atau keseluruhan modal Anda. Saya pribadi menggunakan metode ini. Bahkan metode ini saya gunakan sesuai dengan keyakinan analisis saya. Misalkan ketika saya yakin suatu saham akan naik dari harga awal pembelian, maka saya akan langsung masuk 2/6.

Kalau saya yakini suatu saham masih bisa turun lagi ketika saya beli, maka saya akan membelinya dengan takaran 1/6. Ketika memang benar turun dan potensi naiknya lebih besar maka saya tambahkan 2/6 modal. 3/6 modal saya simpan untuk "emergency" siapa tahu ada kejadian tidak terduga. Karena pasar modal penuh dengan kejutan dan hal-hal yang terkadang di luar perkiraan. Anggap lah 3/3 untuk menutupi "human error" yang saya lakukan.

Sebagai contoh, Saya memiliki modal Rp. 30 juta. 1/6 dari Rp. 30 juta adalah Rp. 5 juta, 2/6 dari Rp.30 juta adalah Rp. 10 juta dan 3/6 dari Rp30 juta adalah Rp.15 juta. Pas total modal adalah Rp. 30 juta. Silakan Anda simulasikan sendiri ya efek average down dengan menggunakan money management seperti ini. Seberapa jauh menggeser average Anda.

馃攽 CUT LOSS
Kalau dibilang risk management paling efektif ya ini dia "cut loss". No debat. Karena ketika sudah di cut, risiko sudah selesai ditangani. Rugi adalah imbasnya. Tetapi, kalau cut loss melulu, masalah belum selesai-selesai wkwkwkwk. Berarti, bisa jadi Anda sedang berjudi di pasar modal tanpa tahu apa yang Anda beli. Banyak sekali yang bertanya di kalangan pemula terutama tentang cut loss ini. "Om, gimana caranya cut loss yang baik?" Loh, kok cut loss? Mengapa Anda begitu termotivasi untuk cut loss? Apakah anda wahabi cut loss?" (chuaaksss). Harusnya pertanyaan yang benar "bagaimana cara memilih saham yang baik dan benar juga cara entry yang bagus?" Jadi pikiran untuk cut loss itu perlahan-lahan pudar dan digantikan dengan isi pikiran "untung dikit atau untung banyak ya bagusnya?".

Kalau kita menggunakan analisis fundamental, cut loss terbaik ketika perusahaan sudah mulai menurun kinerjanya dan nampak di laporan keuangan. Apalagi tidak didukung dengan makro dan mikro ekonomi. Sehingga, patokan batas harga tertentu sebenarnya lebih dinamis.

Berbeda dengan seorang teknikalis yang menentukan cut loss dengan ukuran harga tertentu. Biasanya dengan melihat support dan resistance terdekat ketika harga mulai turun atau melebihi dari batas risiko yang bisa ditanggung. Misalkan 5-10% dari modal yang diinvestasikan. Saya pribadi sebenarnya sudah hampir tidak pernah cut loss. Karena menerapkan money management. Kalau average down ya sering aja. Apalagi misal berita-berita tertentu mendukung. Malah average down bukan untuk memanajemen risiko, tetapi untuk memperkuat posisi saham yang sudah dibeli. Saham yang dibeli juga punya reputasi yang bagus serta makro dan mikro ekonominya mendukung.

Misal boleh saya share, gunakan lah Fibonacci Retracement pada time frame weekly. Tarik dari swing low ke swing low high ketika up trend terlihat. Area 61,8% harusnya adalah area dengan support paling kuat. Jika jebol, potensinya bisa turun terus. Gunakan area tersebut untuk kabur dengan cut loss. Itu menurut saya cukup obyektif meskipun menarik garis bisa subyektif. Paling tidak, ada patokan matematis bukan manual memperkirakan support dan resistance pakai feeling.

Okedeh, sekian dulu info-info menariknya. Next, saya akan bahas $IHSG secara teknikal karena besok hari senin Alhamdulillah. Sampai ketemu di postingan selanjutnya yaaa.

Read more...
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy