@StockbitNews
Resiko $PTBA di depan mata adalah tambahan utang sebesar +- 3,6 T, yg artinya biaya bunga tambahan per tahun tidak kurang dr +-300 Milyar.

Lantas konon pinjaman ini akan di gunakan utk bangun infrastruktur pengangkutan batu bara, artinya setelah mulai beroperasi, biaya penyusutan pertahun ratusan milyar juga menanti di depan mata.馃

Sedangkan volume kerja, relatif TDK akan banyak berubah, ato bahkan kemungkinan berkurang seiring pemotongan target produksi oleh pemerintah.馃

Memang, dgn infrastruktur ini, harapannya akan memotong biaya transportasi angkutan batu bara, tapi berapa efisiensinya? Tentu belum tahu saat ini, Harus tunggu realisasi Ke depannya.
Apakah efisiensi biaya angkut (yg blm tahu berapa) ini sanggup menutupi tambahan biaya bunga + depresiasi?馃 Ini menarik utk di pantau.

Tapi yg jelas di depan mata SDH ada tambahan 2 biaya tersebut yg estimasi TDK kurang dr 500 Milyar.(+-25-30% laba berjalan THN buku 2025).馃

Sehingga prediksi saya, kalopun benar akan terjadi peningkatan performa keuangan PTBA, nampaknya TDK akan terjadi dlm waktu dekat ini, paling TDK butuh bbrp tahun lagi, seiring operasional infrastruktur baru yg semakin efisien, dan dgn harapan peningkatan volume kerja PTBA.
Kalo tambahan biaya bunga + depresiasi ini, akan menjadi fix cost utk bbrp tahun ke depan. Dan biaya fix cost yg besar adalah tantangan resiko tersendiri utk manajemen PTBA.馃

Resiko semacam ini, yg terjadi akibat penambahan utang jumbo, juga terdapat di $ABMM. 馃

$BSSR

ini bukan rekomen jual/beli saham, dyor.

Read more...
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy