Kenapa Gue Mulai "Amankan Modal" di $BBYB (Realistis vs Harapan)
----------
Jujur, gue salah satu fans berat aplikasi Neo Bank. UI-nya enak, fiturnya oke. Tapi, sebagai investor saham, gue punya prinsip: Jangan jatuh cinta sama sahamnya, jatuh cintalah sama profitnya.
Belakangan ini gue perhatiin banyak ritel yang masih hype banget sama BBYB, mungkin karena sejarah multibagger-nya dulu. Tapi setelah gue bedah laporan keuangan terbaru dan tren makro 2026, gue mutusin untuk mulai mengurangi porsi (trimming) secara signifikan.
Bukan mau nakut-nakutin, tapi ini 3 alasan logis kenapa "Risk to Reward" BBYB sekarang mulai gak menarik buat gue:
1. Jebakan "De-Growth" (Valuasi Tech, Pertumbuhan Konvensional)
Ini yang paling bikin gue ilfeel. Kita beli saham bank digital karena berharap growth yang meledak-ledak, kan? Tapi data terakhir nunjukin BBYB malah ngerem penyaluran kredit (Kredit Minus ~19% YoY).
Coba pikir pake logika dagang: Kalau sebuah perusahaan teknologi malah menyusutkan bisnis utamanya demi ngejar laba sesaat (biar laporan keuangan terlihat hijau), itu tandanya "mesin pertumbuhan"-nya lagi macet.
Gue gak mau bayar harga premium (Valuasi Tech) buat perusahaan yang pertumbuhannya lagi minus. Itu namanya beli barang kw harga ori.
----------
2. Perang Bunga Deposito Udah Gak Sehat
Sadar gak sih? Kompetitor kayak Krom, SeaBank, dan Superbank lagi bakar duit gila-gilaan buat narik nasabah. Posisi BBYB sekarang kejepit:
Kalau BBYB ikut naikin bunga deposito buat lawan mereka -> Margin (NIM) bakal kegerus, laba abis.
Kalau BBYB nahan bunga rendah -> Nasabah (yang rata-rata gak loyal) bakal pindah ke aplikasi sebelah. Ini posisi "Maju Kena Mundur Kena". Gue lebih milih nonton dari pinggir lapangan dulu (Cash) daripada ikut perang yang bikin boncos ini.
----------
3. Smart Money Mulai "Rotasi"?
Coba perhatiin flow transaksi seminggu terakhir. Kenaikan harga seringkali gak didukung volume beli yang solid dari institusi besar, melainkan lebih banyak didorong ritel yang FOMO. Biasanya, kalau institusi besar (Big Money) udah mulai diam atau distribusi pelan-pelan di harga atas, ritel-lah yang bakal jadi "Last Man Standing" alias nyangkut di pucuk pas harga dibanting nanti.
----------
Kesimpulan Gue:
BBYB masih perusahaan yang bagus, tapi harga sahamnya sekarang sudah memfaktorkan semua berita bagus (Priced-in).
Gue pribadi lebih milih Take Profit sekarang dan tidur nyenyak, daripada maksa hold cuma buat ngejar kenaikan 2-3% tapi risikonya kegusur 10-15% kalau laporan Q4 nanti mengecewakan.
Ingat, Cuan yang belum di-realisasikan itu cuma angka di layar.
Stay safe, teman-teman. Jangan sampai jadi exit liquidity.
$BMRI $BBCA