@anasmarzuqi terima kasih sudah merangkum semua kegagalan rekom saya selama nulis. Ada 4 emiten deh.
$ROTI gagal karena tekanan besar dari persaingan bisnis. Saya pikir turunnya harga gandum bisa memperlebar profit margin. Ternyata penjualannya turun. Rekom entry Rp1000, dapat dividend Rp80, call exit di Rp800an, jadi max realized loss hanya -13%.
PJAA saya call entry Rp635. Ketika rilis LKQ2 2024 (atau Q3, lupa) dan hasilnya jelek, saya call exit mumpung harganya tidak bergerak. Pun jika dibiarkan selama 1 tahun, beberapa bulan lalu akan bisa exit dengan profit sebab dapat dividend dan ada spike harga melampaui Rp635.
$MYOR & $ULTJ gagal karena saya terlalu optimis akan momentum Ramadhan. Dibarengi dengan wacana cukai minuman berpemanis, sehingga harga sahamnya turun. Maka saya call untuk exit & switch ke SCMA di Rp130-140. RALAT: switch ke SCMA di Rp170an 馃檹
MYOR call entry partial Rp2600, avd Rp2300. Call exit ketika rebound ke sekitar Rp2500an. Harusnya realized loss single digit% saja. Begitupun dgn ULTJ, tapi saya lupa call exit.
SIDO belum gagal, tapi karena terlalu lambat, saya call untuk avd di titik2 teknikal oversold. Sehingga ketika sudah rebound, menghasilkan realized profit dari capital gain dan dividend. Bagi orang2 yg ikutin plannya, pasti dapat profit (https://stockbit.com/post/24105950). Kalo saya pribadi cutloss karena ngincer saham lain. Saya udah tulis perjalanan saya di SIDO https://stockbit.com/post/19775584
Terakhir yg masih posisi floating loss, ACES. Saya call hold karena sudah turun -40%an tapi karena anomali, sebagian kecil disebabkan pelemahan daya beli. Sedangkan bisnisnya sedang ekspansi.
Sehingga rekom yg gagal permanen ada 4: ROTI PJAA MYOR ULTJ.
Selanjutnya kamu akan lihat rekom quarterbagger, halfbagger, bagger, dan multibagger sampai hari ini 馃榿馃榿馃榿