Fenomena Pasar Saham
saat euforia Mengangkat Ilusi dan Krisis Menguji Fundamental
Dalam siklus pasar saham, terdapat pola yang berulang dan sering kali menipu investor pemula. Ketika pasar berada dalam fase bullish, perhatian investor cenderung beralih ke saham-saham story dan growth yang menjanjikan masa depan spektakuler. Narasi besar, proyeksi agresif, serta dorongan dari pemilik modal besar membuat harga saham-saham ini melonjak ratusan hingga ribuan persen dalam waktu singkat.
Pada fase ini, konglomerat dan bandar mendorong peringkat harga (push rank) melalui likuiditas besar dan narasi yang dikemas menarik. Valuasi sering kali tak lagi berpijak pada laba atau arus kas, melainkan pada harapan dan imajinasi pasar.
Selama euforia bertahan, hampir semua terlihat masuk akal.
Namun, siklus tidak pernah abadi.
Ketika Crash Datang: Realitas Mulai Bekerja
Saat pasar memasuki fase koreksi tajam atau crash, hukum dasar investasi kembali berlaku. Menariknya, saham-saham fundamental kuat—yang memiliki laba konsisten, neraca sehat, dan rutin membagikan dividen pun ikut terkoreksi. Akan tetapi, penurunannya relatif terbatas.
Saham jenis ini biasanya turun sedikit hingga moderat, karena:
Memiliki nilai intrinsik yang jelas
Didukung arus kas nyata
Menjadi sasaran akumulasi ulang oleh investor besar
Dividen menjadi bantalan psikologis dan valuasi
Sebaliknya, saham-saham yang sebelumnya naik karena halusinasi pasar mengalami nasib jauh lebih keras.
Saham fake story dan Kehancuran Nilai
Saham tanpa fundamental kuat yang naik karena rumor, janji ekspansi tanpa laba, atau sekadar euforia dapat mengalami penurunan hingga 80–90 persen saat sentimen berbalik. Ketika cerita runtuh, tidak ada nilai yang menopang harga.
Dalam fase ini:
Likuiditas mengering ,bandar melepas posisi
Investor ritel terjebak di harga puncak
Harga saham jatuh jauh di bawah level rasional
Pasar seolah “menghukum” kesalahan valuasi yang sebelumnya diabaikan.
Pelajaran Penting bagi Investor
Pasar bullish adalah ujian kesabaran, sedangkan pasar crash adalah ujian kualitas portofolio. Tidak semua saham yang naik tinggi layak dipertahankan saat badai datang.
Prinsip yang berulang terbukti:
Fundamental adalah jangkar
Cerita tanpa laba adalah pedang bermata dua
Dividen dan arus kas melindungi nilai
Euforia mempercepat kenaikan, tetapi memperdalam kejatuhan
Pada akhirnya, pasar selalu kembali pada satu hal: nilai nyata. Saham boleh bermimpi tinggi, tetapi hanya fundamental yang mampu bertahan saat mimpi yang penting cuan itu runtuh.
$ADRO $PANI $ARCI
