Scalping, Swing dan Investing - Karakteristik dan Ritme yang berbeda.
- Belajar Saham -
Beberapa kali saya melihat dan mengamati sendiri beberapa orang terkhusus yang ada pada Komunitas Belajar saham saya, dimana mereka memiliki Ritme dan atau Teknik yang tidak relevan dan konsisten.
Sering saya dapati kalau terkadang mereka melakukan Scalping, Swing dan terkadang sesekali Investing yang dimana dengan perilaku seperti itu membuat mereka sulit dalam memahami struktur terdalam dari setiap teknik.
Kenapa Sulit ?
Teknik scalping sendiri adalah teknik yang menuntut pelaku harus dan wajib memiliki intuisi yang tajam serta pemahaman Exit dan Entry yang presisi jauh lebih dari swing dan apalgi Investing.
Dari segi RISK, Scalping sendiri jadi yang paling beresiko dari ke 3 metode yang ada namun Juga menjadi Teknik yang paling maksimal untuk mendapatkan Capital Gain di Market.
Sementara Swing Sendiri adalah Teknik yang membutuhkan Analisa Fundamental yang cukup dan Analisa Teknikal yang Baik untuk memaksimalkan hasil dari teknik swing sendiri. Untuk resikonya Swing tergolong Netral dan hasil Juga bisa dibilang Cukup besar namun tidak sebesar Scalping dengan presisi tinggi.
Lalu Investing adalah Teknik yang paling minim Resiko, sebab pada dasarnya Investing adalah teknik yang ditujukan untuk jangka waktu yang panjang bisa sampai tahunan yang artinya selama fundamental dan Prospek perusahaan nyata, Teknik ini hampir Nol Resiko bahkan tanpa Analisa Teknikal sekalipun.
Namun disisi lainnya,
Scalping umumnya dilakukan dalam 1 Sesi market (4 Jam) / 1 Hari bursa - Beli Pagi Jual Sore,
Swing Trading umumnya terbagi jadi 2, Swing Short untuk jangka waktu mingguan dan Swing Long untuk jangka waktu Bulanan.
Sementara Investing umumnya memakan waktu minimal 3bulan dan biasanya ada di 6 Bulan - Tahunan.
Yang dari sini sebenernya kita sudah memahami bahwa Perbedaan teknik, ritme dan timing dari ke 3 Teknik itu berbeda... sehingga jika kita menggunakan ke-3 nya sekaligus selama ini jika nyangkut Investing Jika Terjemput Swing dan jika memungkinkan swing maka tanpa sadar Kita tidak memiliki kedisiplinan Diri terhadap Komitmen dan Strategi.
Seperti yang saya Sampaikan pada Sesi Edukasi - Insight sebelumnya dimana Market selalu memiliki cara menghukum para pelaku trader dan investor yang tidak memiliki kedisiplinan diri baik berupa Kerugian Material maupun Non-Material (waktu).
Saya Pribadi umumnya mengkategorikan :
1. Scalping
Teknik yang ditujukan untuk "Mencopet", biasanya hanya 1 sesi / satu hari saja dan jika Target tidak terpenuhi maka saya tidak akan sungkan untuk melakukan Cut Loss.
Kriteria analisa yang saya gunakan untuk teknik ini juga tergolong Kompleks dimana saya menggunakan analisa fundamental sebagai peta, Analisa Teknikal sebagai Petunjuk arah Relevan, Euforia Momentum pada sentimen pasa dan lain sebagainya.
Dan untuk teknik ini sendiri teknik yang tergolong Universal menurut saya karna bisa masuk kemana saja, baik gorengan, Fundamental, Growth, Momentum dan lain sebagainya.
Seperti $BUMI yang kadang momentum
$INCO yang Berfundamental
$MINA yang Gorengan
2. Swing (Short dan Long dalam 1 Opini)
Teknik Swing sendiri adalah teknik yang paling umum saya Gunakan sampai sejauh ini karena Resiko yang Netral namun hasil bisa cukup dimaksimalkan.
Umumnya saya menggunakan pendekatan Analisa Fundamental (Growth) dan Analisa Teknikal yang cukup Kompleks hingga menemukan dasar dari Alur yang ada (Brokermology), namun saya tidak perlu memastikan sentimen pasar dan Euforia yang ada sehingga mempersempit Analisa saya menjadi sedikit lebih ringan dibanding Analisa yang sangat kompleks untuk Teknik Scalping biasanya.
Umumnya setelah saya melakukan analisa dan menentukan Zona Entry yang cocok, saya akan masuk dan menunggu hinggi harga dibatas maksimal sebelum koreksi besar terjadi (Tidak terikat oleh waktu).
Pada Teknik swing saya sendiri, saya tidak akan memperdulikan jika Harga saham terkoreksi ringan beberapa kali, namun saya akan melepasnya sebelum PK / MM melakukan distribusi.
Kasus paling sering belakangan ini ada pada BUMI dan BULL.
Kriteria saham yang cocok untuk Teknik Swing sendiri masih cukup beragam
3. Investing
Teknik yang jarang saya gunakan karna lebih cocok ke konglomerat yang memiliki dana puluhan sd ratusan miliar ke atas.
Pada Umumnya teknik ini tidak akan digunakan oleh kalangan pengguna XL.
Tekniknya sendiri tergolong sederhana dan minim Resiko, Pada penerapannya selama Investor tau kalau Perusahaan sedang Growth dan memiliki Fundamental kuat dari segi SDM (Pengendali) maka itu sudah menjadi syarat yang cukup untuk berinvestasi sebenarnya.
(Disederhanakan karna disini kan ga ada investor, adanya APESTOR hehehe)
Kriteria saham umumnya : Saham Ber Dividen, Saham perusahaan Unicorn dan atau saham-saham perusahaan Startup potensial.
Jangka Waktu umunya : Bulanan - Tahunan
Kenapa penting untuk mendalami, Teknik yang relevan untuk mu ?
Jawabannya sederhana, Setiap teknik sebenarnya bisa dikembangkan lebih presisi lagi jika depepajari dengan maksimal (Pembahasan tuntas ada di Live Stream nanti malam).
Contoh Teknik Scalping, Memposisikan Entry Zone yang perlu kedalaman Ilmu dari teknik Scalping.
Atau Swing dengan kemampuan DD (Distribution Detection) yang dimana untuk kasus selama ini mungkin anggota komunitas sudah melihatnya dan jadi makanan sehari hari disana.
Dan atau Kemampuan "Sultan punya kuasa" Milik teknik Investing wkwkwk.
Jadi disaat kamu menggunakan Teknik itu secara amburadul dan campur aduk, maka potensi terbesarnya tidak akan pernah kamu temukan dan fahami.
Menentukan Ritme dan Teknik yang Relevan untukmu sebelum terjun ke dalam dunia saham sebenarnya adalah 1 dari beberapa Kewajiban yang harus kamu lakukan, namun sayangnya para ritel tidak memahami akan hal ini.
Dan yahhh, mungkin ini saja sedikit Insight yang dapat saya berikan untuk hari ini.
Penjabaran akan saya maksimalkan nanti malam dalam sesi Live Stream.
Thanks and Goodluck!
