Astra, Djarum, keluarga Thohir dan kerabat, itu grup konglomerat juga. Secara agregat, rata-rata revenue perusahaan-perusahaan mereka tumbuh 3 tahun berturut-turut
Yang pertumbuhan revenue-nya terputus di 3 tahun terakhir hanya dua: yang baru IPO kemarin sore sehingga rekam jejak pelaporan publiknya belum cukup panjang atau belum sepenuhnya beroperasi, atau yang memang growth runway sektornya memang sudah habis alias sunset
Di luar dua kategori tadi, at least forward PEG-nya positif semua. Perusahaan-perusahaan yang core bahkan revenue-nya bisa tumbuh sepanjang lebih dari 1,5 dekade nonstop
Tapi entah kenapa nggak pernah tuh ada influencer stockbit atau ketua komunitas platform/app group chat yang koar-koar, "story growth-nya masih panjang."
Entah kenapa yang koar-koar, "story growth-nya masih panjang," itu selalu yang:
- Arus kas usahanya negatif
- Konsisten restrukturisasi utang
- Tukang repo saham
Lalu tidak pernah ada elaborasi bagaimana grup perusahaan yang arus kas usahanya negatif, atau yang punya rekam jejak restrukturisasi utang atau repo saham, selain:
- Calon masuk MSCI
- Anak usahanya mau IPO
Lalu hanya dengan formula story growth panjang = masuk MSCI + anak usaha mau IPO, semua langsung terdogma, "terima kasih ilmunya pak, daging banget, god bless," tanpa mempertanyakan justifikasi forward PEG negatifnya, dll.
$ASSA $ESSA $TOWR
