Perusahaan Tekstil Dan Garmen Terbesar di IHSG
Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Banyak investor di bursa yang tidak tahu saham tekstil dan garmen terbesar di Indonesia itu siapa, kalau seandainya SRIL belum bangkrut maka jawabannya tentu SRIL. Sayangnya SRIL sudah pailit dan semua karyawan sudah di PHK. Yang menarik, setelah SRIL tumbang, peta terbesar itu tidak otomatis dipegang satu juara baru, tapi pecah jadi beberapa juara berdasarkan metrik. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ada yang jadi raksasa karena aset dan kapasitas pabrik, ada yang raksasa karena penjualan, ada yang tampak laba besar tapi ternyata bukan laba operasional, ada yang terlihat kecil tapi arus kas operasinya paling nyata. Jadi kalau investor cuma pakai satu kacamata, kesimpulannya gampang salah, karena industri ini lagi diperas dua sisi, bahan baku banyak impor dan produk jadi juga digempur impor murah.
Kalau dilihat dari statistik skala, $INDR itu sekarang kandidat raksasa paling konsisten di kategori kapasitas dan penguasaan pasar, karena aset sekitar Rp12,6 T dan revenue sekitar Rp9,3 T di 9M 2025.
Di sisi lain, $PBRX itu raksasa padat karya karena karyawan masih sekitar 23 ribu, tapi revenue hanya sekitar Rp4,1 T, artinya produktivitas per kepala lebih rendah dibanding pemain hulu yang padat modal. SRIL, walau datanya lebih lama, masih terlihat monster utang berbunga sekitar Rp20,7 T, dan di sinilah terlihat pola klasik industri tekstil Indonesia yang kalah bukan cuma soal harga jual, tapi juga soal struktur modal, bunga, dan valas. POLY juga masuk liga utang ekstrem sekitar Rp18,3 T, ini menjelaskan kenapa penutupan pabrik dan operasi parsial jadi pilihan rasional, karena beban tetap dan bunga tidak bisa dilawan hanya dengan efisiensi kecil-kecilan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tren PHK versus ekspansi terlihat jelas ketika data karyawan disandingkan dengan model bisnis. Mayoritas emiten tekstil dan garmen itu mengurangi karyawan lewat PHK, di LK 2024, SRIL PHK -20,43% karyawan, di 2025 ERTX PHK -12,42% karyawan, RICY -14,91%, SSTM -8,33%, POLY -5,63%, BELL -9,98%, ini pola bertahan hidup, bukan ekspansi.
Yang melawan arus itu TRIS yang justru nambah +31,93% karyawan dan POLU +28,32%, dua nama ini memberi sinyal bahwa yang masih bisa tumbuh adalah yang lebih fleksibel, entah karena trading dan ritel, atau karena positioning ekspor dan brand.
Sementara itu TFCO itu anomali yang menarik, aset sekitar Rp5,8 T, CFO sekitar Rp106,8 B, dan utang bank sangat kecil sekitar Rp31,7 B, jadi meski tidak heboh dari sisi karyawan, secara mesin keuangan ia jauh lebih sehat. Jadi setelah SRIL runtuh, ukuran terbesar di sektor ini bukan lagi soal siapa paling besar doang, tapi siapa yang paling kuat bertahan saat impor menekan margin dan utang menekan napas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π₯ Karyawan terbesar. Skala padat karya
π PBRX 22.980 orang
π§΅ SRIL 11.249 orang
πͺ‘ ERTX 7.641 orang
π§ͺ INDR 6.755 orang
π PHK terbesar. Kontraksi paling dalam
𧨠SRIL -20,43% (data 2024)
π§΅ RICY -14,91%
πͺ‘ ERTX -12,42%
π§Ά $BELL -9,98%
π§΅ SSTM -8,33%
π Ekspansi karyawan terbesar. Yang sedang nambah tenaga
π TRIS +31,93%
π§ Model lebih agile trading dan ritel
π POLU +28,32%
π― Fokus ekspor dan brand
π¦ Aset terbesar. Skala kapasitas dan mesin produksi
π₯ INDR Rp12,6 T
π₯ SRIL Rp9,9 T
π₯ TFCO Rp5,8 T
ποΈ PBRX Rp4,2 T
π° Revenue terbesar. Penguasaan pasar penjualan
π₯ INDR Rp9,3 T
π₯ PBRX Rp4,1 T
π₯ SRIL Rp3,4 T
ποΈ TFCO Rp2,4 T
π§Ύ Laba bersih terbesar. Tetapi cek kualitas laba
β οΈ PBRX Rp1,5 T
π§© Catatan laba dominan modifikasi utang, bukan inti operasional
β
TRIS Rp80,2 B
ποΈ Lebih mencerminkan bisnis berjalan
β
TFCO Rp75,9 B
π§± Stabil dan ditopang neraca yang ringan
π΅ CFO terbesar. Arus kas operasi yang paling nyata
π₯ INDR Rp612,2 B
π₯ TRIS Rp185,7 B
π₯ TFCO Rp106,8 B
π¦ Utang berbunga terbesar. Paling rawan tekanan bunga dan valas
β οΈ SRIL Rp20,7 T (data 2024)
𧨠Defisiensi modal, tekanan struktural. Sudah pailit di 2025
β οΈ POLY Rp18,3 T
ποΈ Penutupan pabrik dan operasi parsial jadi konsekuensi
β οΈ INDR Rp1,5 T
π§ Masih jauh lebih βwarasβ dibanding dua di atas
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
π§ͺ Hulu kimia dan serat
π INDR, TFCO, SSTM, POLY
π§ Padat modal, sensitif harga input dan siklus
π Hilir garment fashion
π§΅ PBRX, ERTX, RICY, POLU, SRIL
π· Padat karya, paling gampang tertekan impor murah
ποΈ Agile trading ritel
π TRIS, BELL
π§© Lebih fleksibel mengatur margin dan stok
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
𧬠Spesialisasi
β»οΈ INOV, πͺ’ ACRO
π― Produk niche, tidak head-to-head langsung dengan garmen mass market China
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10









