Malam bro semua.

Ujan begini di Jatiwaringin berasa banget tenangnya. Mumpung lagi sepi dan kita lagi santai, gue mau cerita sedikit nih.

Gue baru aja selesai baca-baca riset soal satu emiten namanya PT Janu Putra Sejahtera Tbk atau kode sahamnya AYAM. Jadi gue mau ceritain kenapa ini barang menarik buat dipantau.

Seperti biasa gue coba ceritanya dibagi tiga bagian ya bro.

Bagian Pertama, Gue Liat Bisnis Ayam Bukan Sekadar Gorengan

Nah gue liat, si AYAM ini bukan pemain baru kemarin sore. Mereka ini perusahaan poultry (perunggasan) yang udah terintegrasi. Artinya, mereka nggak cuma jualan ayam hidup, tapi punya rantai bisnis dari hulu ke hilir; mulai dari pembibitan (breeding), jualan ayam umur sehari atau Day Old Chicks (DOC), sampai ke pemotongan ayam dan logistiknya.

Fokus utama mereka itu ada di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tapi sekarang, mereka lagi mulai ekspansi gede-gedean ke arah Jawa Barat buat nangkap pasar yang lebih luas.

Bagian kedua, Alasan Kenapa Ayam Masih Jadi Primadona?

Mungkin lo nanya, 'Kenapa sih harus ayam, Bro?'. Coba lo pikir, masyarakat kita ini kalau mau cari protein paling murah dan gampang ya lari ke ayam.

Menariknya, konsumsi ayam di Indonesia itu baru sekitar 12,7 kg per kapita. Masih jauh banget kalau lo bandingin sama tetangga kita, Malaysia, yang konsumsinya udah di atas 40 kg per kapita. Jadi, potensi buat tumbuh itu masih luas banget.

Terus, lo tau nggak apa yang bikin harganya suka naik turun? Pemerintah itu punya kebijakan namanya culling atau pengurangan stok DOC secara nasional buat jaga harga ayam di pasar biar nggak ancur karena kelebihan barang. Nah, kebijakan ini terbukti ampuh bikin harga ayam tetap stabil di level yang nguntungin buat pengusaha kayak AYAM ini.

Part Terakhir, Gue Liat Kalo Fundamental Keuangannya Lagi Glowing

Nah, kalau kita intip 'jeroan' alias laporan keuangannya per 9 bulan pertama tahun 2025 kemarin, performanya lagi cakep.
Revenue Mereka berhasil raih Rp 1,15 Triliun, alias naik sekitar 15,2% dibanding tahun sebelumnya.

Yang gila, net propitnya terbang 120% jadi Rp 35,2 Miliar.
Drivernya, selain harga jual yang lagi bagus, mereka juga makin efisien karena fasilitas baru mereka mulai jalan maksimal.

Nah tapi tetep perlu kewaspadaan nih bro.
Ya namanya saham, nggak mungkin nggak ada risikonya.
Lo harus tetep waspada sama beberapa hal:

Harga Bahan Baku:
Harga jagung dan bungkil kedelai buat pakan ayam itu sangat bergantung sama harga global dan nilai tukar Rupiah. Kalau Rupiah loyo, biaya mereka bisa bengkak.

Penyakit :
Namanya pelihara makhluk hidup, risiko penyakit kayak flu burung itu selalu ada, meskipun manajemen mereka udah pake sistem kandang tertutup yang modern banget.

Terakhir kita perlu liat juga apakah masih layak?

Banyak yang bilang sektor ayam itu sektor 'musiman', tapi buat AYAM, valuasinya sekarang ada di kisaran P/E 11,8 kali. Kalau lo bandingin sama raksasa kayak $CPIN atau $JPFA, $AYAM ini masih kategori perusahaan small-cap yang punya lari lebih kenceng kalau ekspansinya berhasil.

Nah, gitu ceritanya.
Jadi kalau lo liat orang makan ayam goreng di pinggir jalan Jatiwaringin ini, inget aja ada potensi cuan di baliknya.

Tapi inget ya, ini buat belajar dulu, jangan langsung 'all-in' tanpa riset sendiri lagi.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy