Belajar Momentum Investing - “Earnings Growth”
Tidak Selamanya Market itu $BULL
Saya sangat menyadari, bertahun tahun di Market, ada kalanya Porto naik dibawah standard yang saya inginkan. Tapi ada momen momen seperti saat ini juga yang mana porto naik gila gila, beli ini itu cuan, ambil ini itu cuan, hanya karena kita tau momentumnya.
Saya sadar, momen momen seperti ini tidak datang terus menerus, maka dari itu di momen momen sperti saat ini manfaatkanlab sebaik mungkin momentnya.
“Adaptive”
Mungkin menjadi kata kuncinya, dengan tetap memahami risiko downside dari setiap momentum saham yang ada.
Saya berikan contoh paling sepele, saat RLA Connect kemarin, saya pompom 1 saham yang mungkin dianggap banyak orang tidak akan kemana mana.
“Focus pada Earnings Growth / Potensi Pertumbuhan”
“ADRO” saat itu ADRO bagi dividen interim dengan yield +- 7.6% di harga 1900.
JIKA kalian nekat take ADRO dan buang semua saham fundamental kalian “dulu” untuk ADRO saat ini kalian tidak hanya dapat dividen interimnya, tapi juga FP 17.3%.
Ini artinya total gain sudah mendekati 25% hanya dalam 3 minggu kebelakang.
Loh knp baru teriak teriak sekarang saat ADRO sudah naik? Kata siapa, sy sudah bilang ADRO murah dan undervalue sejak bulan Nov Des.
Silahkan baca disini artikelnya https://stockbit.com/post/23259468
Forward Looking ADRO jauh lebih cerah daripada banyak saham fundamental lain. Earnings yield yang jumbo ditambah potensi lonjakan EPS dr sumbangsih ADMR dan pencatatan atas dividen AADI jadi satu dari sekian banyak alasan kenapa $ADRO sangatlah menarik “pada masanya” 3 minggu lalu di harga 1900.
Kalau kalian mau belajar Momentum Investing dalam fundamental FOKUS pada Forward Looking atau Earnings Projection perusahaan.
Tidak ada perusahaan yang growth projectionnya 100%++ tapi sahamnya tidak kemana mana.
Tidak mungkin $BBRI turun dr 6600 ke 3700 kalau EPSnya bisa tumbuh 1.5x lipat, sayangnya growth ratenya turun.
Begitupun dengan BMRI BBCA, perhatikan growth ratenya.. bandingkan dengan penurunan kurs USDIDR yang akan mempengaruhi timbal hasil Foreign yang berinvestasi dengan memperhatikan fiskal risk.
