Kenapa $BUMI bisa ke 650?
1. Momentum MSCI dan saham grup Bakrie
Keberhasilan $BRMS adalah bukti yang membuka jalan untuk saham grup Bakrie, dan selanjutnya BUMI dan $DEWA akan mengikuti. Kita bisa lihat dari awal November, BUMI mulai meroket dengan pattern bull flag selama kenaikannya, dan pattern hanya break karena hari Senin, 12 Januari 2026.
Dengan harga sekarang, BUMI sudah memenuhi syarat Free Float-Adjusted Market Cap untuk masuk MSCI (Gambar 1). Namun, emiten yang masuk MSCI tidak mendapatkan inflow tetap, melainkan inflow yang proporsional dengan weighting emiten tersebut di saat inklusi. Intinya, semakin besar Free Float-Adjusted Market Cap emiten, semakin besar inflow untuk emiten tersebut.
Ini menjadi insentif yang sangat kuat untuk emiten menaikan harga BUMI setinggi mungkin, agar dapet inflow yang maksimal dari MSCI.
2. Extreme price increase tidak menjadi masalah untuk BUMI
Sejak awal kenaikan drastis BUMI dari 10 November 2025, sepertinya ada pattern dimana emiten menjaga harga setelah spike, untuk menghindari status UMA atau Suspend dari BEI. Oleh karena itu, kita tidak pernah melihat BUMI ARA, ataupun spike berhari2.
Meskipun tidak ada peraturan baku dari BEI untuk kenaikan harga, MSCI ada peraturan "Extreme Price Increase" yang menyatatkan batas kenaikan harga untuk berbagai rentang waktu sebelum cutoff MSCI review period pada Januari 26. (Gambar 2)
Jika kita mengambil 20 Trading Days sebelum cutoff MSCI review period yang tidak termasuk hari libur, patokan kita adalah tanggal 19 Desember 2025, dimana closing price BUMI ada di 344. (Gambar 3)
Jika kita mengambil 20 Days Mon-Fri yang dicatat di handbook MSCI (Gambar 2), patokan kita adalah tanggal 29 Desember 2025, dimana closing price BUMI ada di 366. (Gambar 4)
Untuk tetap memenuhi syarat dan tidak terkena Extreme Price Increase, harga maksimum BUMI ada di:
344 * (1 + 100%) = 688 untuk patokan Desember 19 2025
atau
366 * (1 + 100%) = 732 untuk patokan Desember 29 2025
Konklusinya adalah, BUMI boleh menaikan harga setinggi mungkin dibawah 688 jika menghitung trading days, atau dibawah 732 jika menghitung Mon-Fri.
3. Smart money yang belum exit sama sekali, bahkan masih Buy terus sampai hari ini
Ketika kita check broker summary dari awal kenaikan BUMI, November 7 (satu hari sebelum kenaikan November 10) sampai hari ini, ada satu broker yang mencolok dan kita tahu bahwa dia smart money di belakang EXCL dan DSSA, yaitu SS atau Supra Sekuritas.
Kita tidak melihat XL karena itu pure retail, dan CC juga dipakai banyak retail dan individu atau funds lain. Tetapi tidak ada retail atau fund yang pakai SS.
Dari awal November 7, SS telah memborong RP 758m saham BUMI di pasar reguler, dan RP 117m saham BUMI di pasar nego.
Total pembelian SS sebesar RP 875m dalam waktu 2 bulan lebih sedikit. SS ini adalah non-insider yang berani memborong saham sebanyak ini, dan sampai hari ini 15 Januari 2026 masih membeli saham BUMI dengan nilai yang cukup besar.
Menurut saya, SS tahu sesuatu yang kita tidak tahu, dan kita bisa menjadi pengikut Whale atau Smart Money ini untuk main BUMI, dan exit ketika SS mulai exit.
KONKLUSI
Menurut saya tiga faktor besar ini membangun tesis yang kuat untuk kita buy and hold BUMI, setidaknya sampai MSCI announcement di 10 Februari 2026.
Jika saya salah, downside risk mungkin ada di next support sekitar 378 (8% dari harga closing hari ini)
Jika saya benar, upside reward mungkin ada di TP 650-680 (sekitar 60%an dari harga closing hari ini)
Menurut saya ini risk reward yang menarik, see you on the moon!
*Not financial advice, do your own research.*
1/7






