imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Overdiversifikasi: Kesalahan yang Sering Dianggap Aman

Selamat pagi teman-teman di $IHSG

Saya ingin berbagi sedikit pandangan tentang pentingnya menghindari diversifikasi yang berlebihan dalam berinvestasi. Topik ini diangkat atas permintaan @auliarahman2224, dan saya terima kasih karena sudah membuka diskusi yang relevan ini.

Banyak dari kita diajarkan satu prinsip klasik dalam investasi: jangan MENARUH semua telur dalam satu keranjang. Nasihat ini tidak keliru. Namun dalam praktiknya, prinsip ini sering DISALAHARTIKAN. Alih-alih membangun portofolio yang sehat, sebagian investor justru mengoleksi terlalu banyak saham, puluhan, bahkan ratusan, dengan harapan merasa lebih "AMAN". Padahal, yang sering terjadi justru sebaliknya.

-- TARULAH semua telur dalam satu keranjang, dan SANGAT berhati-hatilah dalam BERJALAN.

Ketika portofolio terlalu gemuk, FOKUS kita menghilang. Saat pasar bergerak cepat dan keputusan harus diambil dengan tegas, kita justru ragu, lambat, dan kehilangan arah. Terlalu banyak posisi membuat setiap aksi terasa setengah-setengah. Di sisi lain, PEMAHAMAN terhadap masing-masing bisnis juga menjadi DANGKAL. Semakin banyak saham yang kita pegang, semakin kecil waktu dan energi yang bisa kita curahkan untuk benar-benar memahami risiko, industri, valuasi, dan prospek jangka panjangnya. Pada akhirnya, hasil portofolio pun menjadi biasa saja, bahkan dibawah IHSG.

-- KEUNTUNGAN dari beberapa saham bagus hanya MENUTUP kesalahan di saham lain yang tidak kita pahami dengan baik.

Warren Buffett pernah berkata bahwa diversifikasi adalah perlindungan bagi mereka yang tidak tahu apa yang mereka lakukan. Pesannya: jika kita sungguh MEMAHAMI bisnis yang kita beli, risiko terbesar bukan datang dari konsentrasi, melainkan dari KERAGUAN terhadap keputusan sendiri.

Peter Lynch mengibaratkan kepemilikan saham seperti MEMBESARKAN ANAK. Jangan punya lebih banyak dari yang bisa kita rawat dengan baik. Lebih baik memiliki sedikit, tapi dirawat dengan penuh perhatian, daripada banyak namun tidak terurus.

Sementara George Soros menunjukkan bahwa ketika keyakinan sudah terbentuk, ukuran posisi justru menjadi senjata. Baginya, yang penting bukan seberapa sering kita benar, tetapi seberapa BESAR hasil ketika kita benar.

Portofolio yang terkonsentrasi memaksa kita untuk berpikir lebih dalam, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab. Konsentrasi bukan berarti BERJUDI, selama setiap keputusan didasari oleh thesis yang kuat, risiko yang terukur, dan MARGIN OF SAFETY yang memadai. Risiko sejati bukan berasal dari memiliki sedikit saham, melainkan dari memiliki saham yang tidak kita pahami.

***

Itulah kenapa saya terkonsentrasi di emiten macam $ADMR $ARCI atau NCKL

Read more...

1/5

testestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy