⚓ Deep Dive: Bedah Strategi & Fundamental 3 Naga Laut Indonesia
Di tengah optimisme industri pelabuhan 2026 yang diprediksi tumbuh positif oleh para ahli, mari kita lihat bagaimana kondisi "mesin" dari $SMDR, $PSSI, dan $TPMA.
1. SMDR (Samudera Indonesia) – Si Ekspansionis Agresif
Samudera Indonesia memasuki 2026 dengan mode "Gas Pol". Saat banyak perusahaan mengerem, Direktur Utama Bani Maulana Mulia justru mengonfirmasi bahwa 2025 dilewati dengan hasil di atas ekspektasi meski ada tantangan perang dagang global.
• Data Q3 2025: Berhasil mencetak laba bersih Rp718,7 Miliar, melompat dari Rp625,9 Miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
• Strategi 2026: SMDR menyiapkan Capex hingga USD 250 Juta untuk menambah armada dan rute baru. Fokus mereka tahun ini adalah penguatan di Pelabuhan Patimban dan ekspansi galangan kapal.
• Unique Fact: SMDR baru saja membagikan dividen interim Rp40,92 Miliar. Di harga saham sekarang (sekitar Rp430-an), valuasinya masih tergolong wajar dengan PBV di bawah 1x (sekitar 0,84x).
2. PSSI (IMC Pelita Logistik) – Transformasi Kargo & Efisiensi
PSSI sedang membuktikan bahwa mereka bukan sekadar "tukang angkut batu bara". Mereka sedang bertransformasi menjadi pemain logistik multi-komoditas.
• The Pivot: Di tahun 2026, PSSI mulai serius menggarap kargo nikel dan bauksit seiring pembatasan kuota nikel nasional di angka 260 juta ton. Strategi diversifikasi ini membuat mereka tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi harga batu bara.
• Kekuatan Armada: PSSI dikenal memiliki Floating Crane yang sangat lincah. Ini membuat efisiensi bongkar muat mereka salah satu yang terbaik di kelasnya.
• Data Poin: Meskipun laba sektor batu bara terkontraksi, PSSI tetap menjaga kualitas kas (CFO) yang kuat. Investor menyukai PSSI karena struktur neracanya yang relatif bersih dari utang berbunga tinggi.
3. TPMA (Trans Power Marine) – Bertahan di Tengah Kontraksi
TPMA menghadapi tantangan berat di akhir 2025 karena penurunan volume produksi batu bara nasional, namun mereka punya "senjata rahasia".
• Data Q3 2025: Laba bersih tercatat Rp231,2 Miliar. Meskipun turun tipis dibanding 2024, namun secara kuartalan (QoQ), laba Q3 mereka masih tumbuh sekitar 6,4%.
• Ekspansi 2026: TPMA telah merealisasikan penambahan 16 unit tug boat dan 14 unit tongkang selama 2025. Sebagian rencana pengadaan kapal yang belum selesai di 2025 digeser ke tahun 2026 ini melalui skema Rights Issue.
• Unique Fact: Margin laba bersih (Net Margin) TPMA masih sangat tebal di angka 16,5%. Ini artinya, setiap Rp100 pendapatan yang masuk, Rp16,5 jadi laba bersih. Sangat efisien!
Dari 2 artikel sebelumnya jadi kalian pilih perkapalan mana guys?