Tantangan Sektor saham Crude Palm Oil (CPO) di 2026
Pemerintah secara resmi menunda implementasi mandatori biodiesel B50 yang semula ditargetkan berlaku pada semester II/2026. Sebagai gantinya, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penggunaan B40 hingga tahun 2026. Penundaan ini didasarkan pada beberapa alasan strategis:
* Kesiapan Teknis: Pemerintah masih memerlukan waktu untuk mengevaluasi hasil uji coba pada berbagai sektor strategis [3].
* Stabilitas Pasokan: Fokus saat ini adalah menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
* Faktor Harga: Terdapat selisih harga (gap) yang lebar antara minyak mentah (Brent) yang masih murah (sekitar US$64/barel) dengan harga CPO yang tinggi (sekitar US$864/ton). Hal ini membuat pemerintah cenderung mengumpulkan energi fosil terlebih dahulu untuk ketahanan energi jangka pendek.
* Kendala Suplai: Realisasi pemanfaatan biodiesel domestik tahun 2025 tercatat sebesar 14,2 juta kiloliter, sementara B50 diperkirakan membutuhkan 20,1 juta kiloliter, sehingga dari sisi suplai produksi masih menjadi tantangan.
##Prospek Saham Sawit
Prospek emiten CPO dalam jangka pendek hingga menengah diperkirakan akan tertekan dengan ruang koreksi yang masih terbuka. Beberapa poin penting terkait prospeknya meliputi:
**Tekanan Permintaan dan Margin: Dengan ditundanya B50, ekspektasi peningkatan permintaan domestik menjadi batal, sehingga pasar kembali bergantung pada ekspor. Di sisi lain, kenaikan pungutan ekspor dari 10 persen menjadi 12,5 persen (serta kenaikan 2,5 persen untuk produk turunan) yang mulai berlaku Maret 2026 berpotensi menekan margin keuntungan emiten, terutama yang memiliki eksposur ekspor besar.
**Sentimen Pasar: Mayoritas pergerakan harga saham CPO saat ini masih berada di zona merah akibat kombinasi penundaan B50 dan rencana kenaikan pungutan tersebut.
**Peluang Valuasi Murah: Meskipun tertekan, kondisi ini menciptakan peluang bagi investor karena harga saham yang terkoreksi membuat valuasi menjadi semakin menarik. Berdasarkan pantauan terhadap 10 emiten CPO, terdapat empat emiten yang sudah memiliki valuasi murah dengan diskon di atas 10 persen dilihat dari mean PBV 5-year nya yakni $TBLA, $LSIP, $AALI, TLDN. Sementara SIMP, GZCO, DSNG, BWPT, TAPG dianggap memiliki harga lebih premium.
##Kesimpulan untuk Investor
Penurunan harga saham saat ini dapat dijadikan sebagai titik masuk (entry point) yang menarik sambil menunggu perbaikan katalis di masa depan. Namun, investor disarankan untuk tetap selektif dan disiplin dalam memeriksa fundamental serta teknikal perusahaan, terutama mencari emiten dengan struktur biaya yang efisien dan neraca keuangan yang solid.
