📈 Bank Dunia Upgrade Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI
Bank Dunia merevisi naik prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2025–2027 sekitar +0,2–0,3 percentage point dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Juni 2025. Berikut rinciannya:
â—¾ 2025F: 5% (vs. Juni 2025: 4,7%)
â—¾ 2026F: 5% (vs. Juni 2025: 4,8%)
â—¾ 2027F: 5,2% (vs. Juni 2025: 5%)
Sebagai perbandingan, pemerintah dalam APBN 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2026F mencapai +5,4%, sementara proyeksi Bank Indonesia berada di level +5,3% YoY. Dibandingkan 2025F, Bank Dunia mengekspektasikan aktivitas ekonomi pada 2026F di wilayah East Asia and Pacific (EAP) akan melambat. Meski demikian, pertumbuhan Indonesia diekspektasikan terjaga di level +5%, didukung oleh stimulus fiskal dan peningkatan investasi yang didorong oleh pemerintah. Selama 2025 sendiri, Bank Dunia memperkirakan bahwa investasi swasta pada EAP cenderung lemah, kecuali Indonesia dan Malaysia yang didorong oleh inisiatif pemerintah dan penanaman modal.
Sejalan dengan komentar Bank Dunia, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengekspektasikan baik penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri akan lanjut bertumbuh pada 2026 karena investor bisa melakukan kerja sama dengan Danantara.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi sendiri merilis data realisasi investasi pada Kamis (15/1), di mana realisasi investasi pada 4Q25 mencapai Rp496,9 T (+9,7% YoY, +1,1% QoQ). Hasil ini membuat realisasi investasi selama 2025 mencapai Rp1.931,2 T (+12,7% YoY), setara 101,3% target 2025 di level Rp1.905,6 T. Pertumbuhan realisasi investasi selama 2025 lebih didorong oleh penanaman modal dalam negeri yang tumbuh +27% YoY, sementara penanaman modal asing flat. Adapun target investasi pada 2026 di level Rp2.175 T atau naik sekitar +13% YoY dari realisasi 2025.
🔑 Key Takeaway
Dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara (lihat tabel), upgrade proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Thailand, dan Filipina, meski tidak setinggi Vietnam. Kami menilai bahwa perbaikan makroekonomi yang meyakinkan berpotensi menarik kembali foreign inflow ke IHSG, khususnya pada saham–saham blue chip seperti sektor perbankan dan sektor consumer.
Stockbit Snips 15 Januari 2026:
https://cutt.ly/KtkC0GjC
