"mending jadi pebisnis yang turun ke lapangan atau langsung jadi investor yang duduk manis terima dividen?"
Ini menarik, Mas. Karena banyak orang sekarang itu pengennya lompat pagar. Belum punya fondasi, sudah mau gaya-gayaan jadi full-time investor.
Kalau kamu tanya mana yang lebih enak, jawabannya tergantung isi dompet dan mentalmu. Tapi ada satu hukum alam yang nggak bisa kamu bantah: Kalau mau jadi investor, ya kamu harus punya modal!
Terus modalnya dari mana? Ya dari bisnis atau pekerjaan produktifmu!
Banyak orang salah kaprah, kemakan omongan influencer kemarin sore. Katanya, "Bikin uang bekerja untukmu." Lha, kalau uangnya cuma receh, mau disuruh kerja sampai tipes pun hasilnya nggak akan seberapa. Investasi itu adalah permainan skala. Semakin besar modal yang kamu masukkan, semakin terasa hasilnya.
Nah, cara tercepat buat numpuk modal besar itu ya lewat bisnis. Bisnis itu tempat kamu cari active income yang kencang. Setelah bisnis jalan, ada sisa arus kas (cash flow), baru deh kamu lempar ke instrumen investasi. Itu urutan yang bener, Jelas toh?
Fase Pebisnis: "Membangun Mesin Uang"
Jadi pebisnis itu artinya kamu turun ke lapangan. Kamu yang bangun sistem, kamu yang cari customer, kamu yang pusing kalau karyawan minta naik gaji. Memang capek, tapi di sinilah kamu menciptakan nilai tambah.
Kelebihannya: Kamu punya kontrol penuh. Kamu bisa dapet cashflow yang kencang kalau bisnismu jalan.
Tujuannya: Mengumpulkan modal sebesar-besarnya. Pebisnis sukses itu adalah "pemasok" utama dana buat investasi.
2. Fase Investor: "Mempekerjakan Uang"
Ini level di mana uang yang kamu dapat dari bisnis tadi, kamu suruh kerja. Kamu nggak perlu lagi bangun jam 5 pagi buat cek stok barang. Kamu tinggal taruh modal di perusahaan yang sudah matang atau instrumen lain, lalu duduk manis nunggu dividen atau capital gain.
Kelebihannya: Waktumu merdeka. Kamu punya kebebasan yang nggak dimiliki pebisnis operasional.
Syaratnya: Kamu harus punya modal besar dan mental baja. Kalau modalmu cuma hasil pinjol, itu bukan investasi, tapi bunuh diri.
Banyak anak muda sekarang salah kaprah. Belum punya penghasilan tetap, eh nekat main saham pakai uang SPP atau uang pinjol. Itu namanya bukan investasi, tapi judi gaya baru.
Pola yang bener itu kebanyakan begini:
Bekerja/Berbisnis: Cari uang sebanyak-banyaknya secara aktif. Fokus ke active income.
Akumulasi Modal: Jangan semua hasil bisnis dipakai buat beli mobil baru atau pamer di medsos. Sisihkan buat modal investasi.
Investasi: Begitu modal sudah terkumpul banyak, baru mulai masuk ke dunia investasi secara serius.
Jadi kalau ditanya "enakan mana?" Kalau bisa dua dua nya ngapain milih satu? Jadilah pebisnis yang sukses supaya bisa jadi investor yang santai. Bisnis itu cara kamu get rich (jadi kaya), sedangkan investasi itu cara kamu stay rich (tetap kaya).
Jangan dibalik! Jangan maksa jadi investor pakai uang dapur, yang ada malah jadi beban hidup dan pikiran nggak jernih, investasimu juga amsyat karena kamu nggak tenang bawaannya pengen narik duit terus (panic selling).
Kuasai dulu cara nyari duit di lapangan (bisnis, pekerjaan), baru pelajari cara jaga duit di pasar modal atau instrumen lainnya. Paham, toh?
random tag:$SOCI $PWON $GWSA