3 bulan lebih mungutin receh di market pakai SB.
Puluhan DM masuk nanya soal screening, indikator, strategi ini-itu—jujur saja, banyak yang saya sendiri tidak paham.
Cara trading saya sederhana:
berani lock-in 12–14 jam per hari mantengin layar.
Tidak ikut kelas mana pun.
Tidak ikut grup mana pun.
Full solo fighter.
Belajar murni dari “pak tani”:
nunggu jemuran padi, lihat momentum, langsung bergerak.
Semua orang ingin survive di market,
tapi hanya sedikit yang benar-benar berani bayar harga.
Kurangi tanya.
Kurangi diskusi.
Perbanyak transaksi.
Learning by doing.
Baca dan pahami setiap pergerakan market.
Saya tidak bisa memprediksi saham mana yang akan ARA atau ARB.
Karena itu saya standby dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore.
bahkan sejak memutuskan jadi full-time trader,
makan siang sering saya skip.
Porto saya share naked bukan buat pamer,
tapi biar kelihatan:
ini orang juga manusia,
buy bisa salah,
sell kadang kepagian,
cuannya receh tapi dikali berkali-kali.
supaya trader pemula—seperti saya—bisa belajar bareng:
buy berapa, sell berapa, modal berapa, time frame berapa.
Semua bisa dihitung dari informasi yang sudah saya buka.
Saya paling males jawab pertanyaan
yang jawabannya sudah diposting,
sudah ditulis,
sudah dipajang,
tapi tetap ditanya ulang
karena malas baca tapi ingin cuan.
Saya menulis bukan untuk diikuti,
melainkan untuk berbagi perjalanan.
Berharap bertemu orang-orang yang tenang,
mandiri dalam berpikir, bisa saling support
dan cukup rendah hati untuk terus belajar.
Karena pada akhirnya,di market—
setiap orang masuk sendirian,
dan hanya isi kepalanya sendiri
yang bisa ia andalkan.
$ELTY
$BELL
$CHEM
1/3


