UNTR Hentikan Buyback Lebih Awal, Sinyal Kepercayaan Manajemen Tetap Kuat!!
PT United Tractors Tbk (UNTR) resmi mengumumkan penghentian lebih awal program pembelian kembali saham (buyback) pada 14 Januari 2026. Program buyback yang semula dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2026 tersebut dihentikan karena realisasi telah mendekati seluruh alokasi dana yang ditetapkan. Sejak dimulai pada akhir Oktober atau awal November 2025, UNTR mengalokasikan dana maksimal sebesar IDR 2 triliun untuk buyback saham.
Dalam pelaksanaannya, UNTR telah membeli kembali sekitar 68,5 juta saham, setara dengan 1,84% dari total saham beredar, dengan harga rata-rata IDR 29.189 per saham. Total dana yang telah direalisasikan mencapai sekitar IDR 1,99 triliun hingga IDR 2 triliun, atau hampir sepenuhnya menyerap anggaran yang disediakan. Saham hasil buyback tersebut akan dicatat sebagai treasury stock sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajemen UNTR menegaskan bahwa penghentian program buyback lebih awal ini tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun aspek hukum perusahaan. Hal ini didukung oleh posisi kas dan struktur permodalan UNTR yang dinilai masih sangat solid, sehingga aksi korporasi tersebut tidak mengganggu keberlangsungan bisnis jangka panjang.
Dari perspektif pemegang saham, aksi buyback umumnya dipandang sebagai sinyal positif. Pengurangan jumlah saham beredar berpotensi meningkatkan earning per share (EPS) dan return on equity (ROE), sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen bahwa harga saham belum sepenuhnya mencerminkan nilai intrinsik perusahaan. Secara teori, penurunan suplai saham di pasar, dengan permintaan yang relatif tetap, dapat memberikan tekanan positif terhadap pergerakan harga saham.
Secara spesifik untuk UNTR, realisasi buyback yang hampir mencapai alokasi maksimal di tengah volatilitas pasar menunjukkan komitmen manajemen dalam menjaga nilai pemegang saham. Meski secara historis aksi buyback UNTR pada periode sebelumnya tidak selalu diikuti lonjakan harga saham yang signifikan, mengingat pengaruh eksternal seperti fluktuasi harga batubara, program ini dinilai tetap berperan dalam menjaga stabilitas harga saham dan sentimen pasar.
Secara keseluruhan, penghentian lebih awal buyback saham UNTR bersifat netral hingga positif terhadap fundamental perusahaan. Aksi ini memperkuat persepsi disiplin modal dan kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang UNTR, meskipun pergerakan harga saham ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas serta kondisi makroekonomi global.
$UNTR
