Indikatornya Benar. Timing-nya Salah
Pernah nggak lihat chart yang secara teknikal kelihatan sehat?
MA rapi
MACD positif
RSI kuat
Volume ramai
Secara teori: bullish
Tapi habis itu…
harga malah lemah, naik dikit langsung ditekan, dan pelan-pelan turun tanpa drama
Masalahnya itu indikator itu dipakai di fase yang salah
Menurut Richard D. W. di fase distribusi, tanda-tanda teknikal bullish justru sering muncul paling rapi
Kenapa?
Harga masih dijaga kelihatannya sehat supaya publik percaya tren masih lanjut
(“Composite Man maintains the appearance of strength”)
Volume besar bukan untuk beli, tapi pindah barang, institusi distribusi ke late buyer
(Volume Spread Analysis)
Sinyal teknikal dipakai sebagai “alasan masuk”, bukan sebagai niat naik
(Trading in the Zone: market memberi ilusi kepastian)
Yang masuk lihat “konfirmasi indikator”
Yang keluar lihat “kesempatan likuiditas”
Makanya sering muncul momen dimana “kok indikatornya masih bagus tapi rasanya nggak naik-naik ya?”
Karena market sudah ga ingin naik
Dia lagi merapikan exit
Indikator si ga bo'ong y, tapi konteks fase market bisa menipu
Dan menurut Richard & Jesse, fase distribusi adalah fase paling mahal buat trader yang hanya percaya sinyal tanpa memahami siklus
Referensi utama:
- Studies in Tape Reading
- Master the Markets (Volume Spread Analysis)
- Trading in the Zone
- Reminiscences of a Stock Operator
oke ya mdh2an bantu upgrade style cara kita invest/trade
nanti next chapter mgkin lanjutannya
3 tanda paling halus fase distribusi (yang sering dikira konsolidasi), atau kenapa volume besar justru berbahaya di harga tinggi
jadi untuk bertahan di $IHSG harus selalu ber- $INOV -asi dan belajar biar terus ngerasa $BULL 🫡