$AYLS $IRSX $BTEK
*Daily News 15/1/2026*
*Rangkuman berita hari ini:*
- UNTR rampungkan buyback, serap Rp2 T
- RKAB INCO telah disetujui
- IRSX rights issue Rp300/saham, total dana Rp3,7 T
- GPSO tender offer Rp436/saham
- AKRA target laba bersih 2026 +7-10%
- 2 direktur tambah TOWR Rp28 M
- ASII 12M25: penjualan wholesales mobil -15% YoY
- Penjualan mobil 12M25: -6% YoY
- Penjualan motor 12M25: +1,2 YoY
- Fitch turunkan peringkat kredit anak usaha DOID
- AYLS diakuisisi, akan tender offer
- JRPT buyback Rp50 M
- Direktur sekaligus pengendali jual 2,5% GULA Rp10 M
- Pengendali jual 1% SMILE Rp5 M
- BTEK klarifikasi opini audit wajar dengan pengecualian
- RKAB nikel diturunkan jadi 250-260 juta ton
- Pungutan ekspor CPO naik jadi 12,5%
- Pemerintah berencana bentuk BUMN tekstil USD6 M
- Aturan penyitaan dan penjualan saham penunggak pajak
===
- *UNTR: PT United Tractors (UNTR)* menghentikan program buyback saham lebih awal setelah alokasi dana maksimum Rp2 triliun telah terserap. Sepanjang periode buyback, UNTR membeli kembali 68,5 juta saham, sehingga implikasi harga rata-rata buyback di ~Rp29.189/saham. (Publikasi emiten)
- *INCO: PT Vale Indonesia (INCO)* mengumumkan telah memperoleh persetujuan RKAB 2026 dari Kementerian ESDM, memastikan kelanjutan operasional dan investasi di Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi. Kuota yang diperoleh belum diumumkan. (Publikasi emiten)
- *IRSX: PT Folago Global Nusantara (IRSX)* akan melakukan rights issue sebanyak ~12,4 miliar saham, dengan harga pelaksanaan Rp300/saham, sehingga potensi dana dihimpun mencapai ~Rp3,7 triliun. Rasio rights issue 1:2, dengan potensi dilusi hingga 66,67%. Cum date dijadwalkan 5 Maret 2026, dengan periode perdagangan dan pelaksanaan 11–17 Maret 2026. Perseroan juga menerbitkan 1,2 miliar waran yang menyertai rights issue, dengan harga pelaksanaan Rp350/saham, rasio 10:1. Pengendali IRSX, PT Matra Tri Abadi, akan melaksanakan seluruh rights issue yang diterima, dengan nilai pelaksanaan total Rp2 triliun. Pengendali juga akan bertindak sebagai pembeli siaga rights issue. (Publikasi emiten)
- *GPSO:* Pengendali baru *PT Geoprima Solusi (GPSO),* PT PIMSF Pulogadung, mengumumkan tender offer wajib sebanyak ~364 juta (54,55%) saham GPSO dengan harga penawaran Rp436/saham. Nilai tender offer ini mencapai ~Rp159 miliar. Periode penawaran berlangsung pada 15 Januari – 13 Februari 2026, dengan pembayaran pada 25 Februari 2026. (Publikasi emiten)
- *AKRA:* Manajemen *PT AKR Corporindo (AKRA)* menargetkan pertumbuhan laba bersih pada 2026 sebesar 7–10%, didukung kenaikan bisnis inti 4–6% dan penjualan lahan industri 90–100 hektare. Perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1,2 triliun untuk ekspansi terminal tangki di Morowali, Sragen, dan Palaran, serta pembelian kapal dan truk guna memperkuat bisnis distribusi. (Mansek Research)
- *TOWR:* 2 direktur *PT Sarana Menara Nusantara (TOWR),* Eko Santoso Hadiprodjo dan Anita Anwar, membeli secara total ~63 juta saham TOWR dengan harga Rp444/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp28 miliar. Transaksi dilakukan pada 14 Januari 2026 dan merupakan MESOP. (Publikasi emiten)
- *ASII:* Penjualan wholesales mobil *PT Astra International (ASII)* pada 12M25 mencapai ~409 ribu unit (-15% YoY), didorong oleh penurunan kinerja Daihatsu (-19,5% YoY), dengan Toyota juga turun -14% YoY. Secara keseluruhan, market share ASII turun menjadi 50,9% (vs. 12M24: 55,8%). (Gaikindo, Mansek Research)
- Penjualan retail mobil pada Desember 2025 mencapai 93,8 ribu unit (+18% MoM; +14% YoY), sehingga selama 12M25 menjadi sebesar 834 ribu unit (-6% YoY). Di sisi lain, penjualan wholesales mobil pada Desember 2025 mencapai 94,1 ribu unit (+27 MoM; +18% YoY), sehingga penjualan wholesales selama 12M25 menjadi sebesar 804 ribu unit (-7% YoY). Hasil ini berada di bawah target Gaikindo yang mengincar penjualan FY25F sebesar 900 ribu unit (+4% YoY). Pertumbuhan yang kuat pada bulan Desember didorong pertumbuhan penjualan Vinfast. (Gaikindo, Mansek Research)
- Penjualan wholesales motor pada Desember 2025 mencapai 462 ribu unit (-12% MoM; -23% YoY), sehingga selama 12M25 menjadi 6,4 juta unit (+1,2 YoY). Hasil ini relatif sejalan dengan target FY25F AISI sebesar 6,4-6,7 juta unit (+1,1–5,8% YoY). (Mansek Research)
- *DOID:* Anak usaha *PT BUMA Internasional Grup (DOID),* PT Bukit Makmur Mandiri Utama, mengumumkan bahwa Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit PT Bukit Makmur Mandiri Utama. Utang jangka panjang USD turun menjadi B+ dari BB-, peringkat nasional jangka panjang turun menjadi A(idn) dari A+(idn), dan obligasi Rupiah turun menjadi A-(idn) dari A+(idn). Penurunan ini mencerminkan kenaikan rasio utang bersih terhadap EBITDA dan penurunan rasio EBITDA terhadap beban bunga akibat laba yang melemah pada 1Q25. (Publikasi emiten)
- *AYLS: PT Agro Yasa Lestari (AYLS)* mengumumkan bahwa perseroan resmi diambil alih oleh PT Bintang Cahaya Investment melalui pembelian 594,72 juta (69,69%) saham dari PT Anugrah Cakrawala Dunia dengan nilai transaksi Rp40 miliar, mengimplikasikan harga Rp67/saham. Dengan perubahan pengendali ini, PT Bintang Cahaya Investment wajib melaksanakan penawaran tender wajib sesuai regulasi. Sebelumnya, Bisnis telah mengabarkan rencana akuisisi ini pada November 2025. (Bisnis)
- *JRPT: PT Jaya Real Property (JRPT)* mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp50 miliar, dengan buyback maksimal ~48 juta (~0,4%) saham. Periode buyback berlangsung pada 14 Januari – 13 April 2026. (Publikasi emiten)
- *GULA:* Direktur sekaligus pengendali *PT Aman Agrindo (GULA),* Andreas Utomo, menjual 26 juta (~2,5%) saham GULA dengan harga Rp380/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp10 miliar. Transaksi dilakukan pada 13 Januari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di GULA menjadi 4,63%. (Publikasi emiten)
- *SMLE:* Pengendali *PT Sinergi Multi Lestarindo (SMLE),* Sinergi Asia Corporindo, menjual 26 juta (~1,1%) saham SME dengan harga Rp195/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp5 miliar. Transaksi dilakukan pada 13 Januari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di SMLE menjadi 70,94%. (Publikasi emiten)
- *BTEK: PT Bumi Teknokultura Unggul (BTEK)* menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas laporan keuangan 2024 karena aset dalam proses senilai Rp197 miliar belum diklasifikasikan sebagai aset tetap dan belum dilakukan penilaian wajar sejak 2016. Aset tersebut terdiri dari mesin dan peralatan pabrik. BTEK menegaskan opini tersebut tidak memengaruhi operasional maupun kelangsungan usaha. (Publikasi emiten)
- Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa pemerintah akan menurunkan target produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 menjadi 250–260 juta ton, jauh di bawah RKAB 2025 sebesar 379 juta ton. Penyesuaian ini dilakukan agar sejalan dengan kapasitas smelter dan menjaga stabilitas harga nikel global. Pemerintah juga memberi relaksasi produksi 25% hingga Maret 2026 sambil menuntaskan persetujuan RKAB tahunan. (Bloomberg Technoz)
- Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Eddy Abdurrachman, mengumumkan kenaikan tarif pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dari 10% menjadi 12,5% mulai 1 Maret 2026. (Investor Daily)
- Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah berencana membentuk BUMN baru di sektor tekstil dengan modal awal sekitar USD6 miliar (~Rp101 triliun) yang disiapkan oleh Danantara. (CNN Indonesia)
- Ditjen Pajak memperketat aturan penagihan pajak bagi penunggak pajak melalui mekanisme penyitaan dan penjualan saham milik penunggak di pasar modal. Proses dimulai dengan pemblokiran rekening dana nasabah (RDN) dan dilanjutkan penjualan saham minimal 14 hari setelah penyitaan. (Kontan)
=========
Disclaimer ON
Retail – PT Mandiri Sekuritas