Pernahkah Anda melihat sebuah saham mendadak "terbang" ke bulan (to the moon) hanya karena satu cuitan atau berita di grup WhatsApp, tapi besoknya langsung anjlok parah?
Itulah dinamika "Rumor vs Fakta" di pasar modal. Agar Anda tidak menjadi korban "gorengan" berikutnya, mari kita bedah polanya dengan cara yang simpel.
1. Rumor: Si "Bumbu Penyedap" yang Berbahaya
Rumor biasanya muncul dalam bentuk narasi yang sangat manis namun tidak punya landasan resmi. Tujuannya? Menciptakan FOMO (Fear of Missing Out).
Ciri Khas: "Katanya mau diakuisisi raksasa teknologi," "Dengar-dengar ada kontrak triliunan," atau "Laporan keuangan bakal meledak."
Siapa yang untung? Biasanya "bandar" atau mereka yang sudah beli di harga bawah dan butuh "kerumunan" pembeli baru agar mereka bisa jualan di harga tinggi (exit strategy).
2. Fakta: Si "Jangkar" yang Membosankan tapi Aman
Fakta adalah data yang sudah terverifikasi. Biasanya keluar melalui saluran resmi seperti keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau laporan tahunan.
Ciri Khas: Angkanya pasti, ada hitam di atas putih, dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
Masalahnya: Berita fakta seringkali muncul saat harga sudah terlanjur naik tinggi, atau justru "biasa saja" sehingga tidak memicu adrenalin spekulan.
Cara Membedah Berita Viral
Sebelum Anda menekan tombol buy karena berita viral, pahami pola ini:
- Berita "gorengan" (Rumor) bersumber dari "Grup VIP", akun anonim, screenshot chat. Bahasanya hiperbola ("Pasti naik!", "Jangan sampai telat!"). Waktu rumor keluar saat harga sudah naik 10-20%. Tujuannya untuk menciptakan kepanikan beli (FOMO).
- Berita asli (Fakta) bersumber dari keterbukaan informasi BEI, Web resmi perusahaan. Bahasa yang digunakan netral, teknis, dan berbasis data. Informasi muncul secara terjadwal atau saat aksi korporasi dimulai. Tujuannya untuk memberikan transparansi kepada publik.
馃挕 Tips Pro: "Buy on Rumor, Sell on News?"
Ada pepatah lama di bursa: "Buy on rumor, sell on news." Artinya, trader berpengalaman masuk saat isu baru berembus dan keluar justru saat fakta resmi diumumkan.
Jika Anda baru mendengar berita viral saat semua orang sudah membicarakannya, kemungkinan besar Anda adalah "pencuci piring" alias pembeli di harga puncak.
Ingat: Di pasar saham, jika sebuah berita terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan (too good to be true), biasanya memang bukan kenyataan.
Bukan random tag $WIIM
Yuks pantau $CTRA https://cutt.ly/ztkFUvRB