"Harga Saham Itu Bukan Matematika tapi Kumpulan Emosi : Membedah Psikologi di Balik "Running Trade".
.
Halo Trader dan Investor,
Pernahkah kalian menatap layar running trade atau chart yang bergerak liar, lalu bertanya: "Kenapa harga bergerak ke sana? Padahal laporan keuangannya biasa saja?" atau "Kenapa saham bagus ini malah dibuang ke dasar jurang?"
Seringkali kita terlalu sibuk menarik garis fibonacci, menghitung PER (Price to Earning), atau membedah bandarmology, sampai kita lupa satu kebenaran paling fundamental di pasar modal yaitu
Pasar saham itu isinya MANUSIA.
.
(Oke, ada bot/algo, tapi yang memprogram parameter "takut" dan "serakah"-nya juga manusia).
Hari ini saya ingin mengajak kita sedikit merenung tentang
"The Spectrum of Market Psychology"
Bahwa harga yang tertera di layar Anda saat ini, detik ini, bukanlah "Nilai Wajar" perusahaan, melainkan TITIK TEMU EMOSI ribuan orang.
Mari kita bedah.
1. Order Book Adalah Peta Ketakutan dan Harapan
Coba lihat kolom Bid (Beli) dan Offer (Jual) pada aplikasi sekuritas Anda. Itu bukan sekadar angka antrian.
Kolom BID (Antrian Beli): Ini adalah spektrum HARAPAN dan KETAMAKAN.
Mereka yang antri di harga rendah adalah representasi dari kesabaran atau rasa takut kemahalan.
Mereka yang HAKA (Hajar Kanan) adalah representasi dari FOMO (Fear Of Missing Out), keyakinan tinggi, atau ketidaksabaran.
Kolom OFFER (Antrian Jual): Ini adalah spektrum KETAKUTAN dan KEPUASAN.
Mereka yang antri jual di harga tinggi adalah representasi dari optimisme dan target.
Mereka yang HAKI (Hajar Kiri) atau buang barang adalah representasi dari kepanikan, putus asa, atau sekadar realisasi keuntungan (rasa cukup).
Jadi, Harga Terbentuk (Last Price) adalah momen ketika rasa takut si penjual bertemu dengan keserakahan si pembeli (atau sebaliknya).
2. Harga Adalah Konsensus Masal (Collective Hallucination)
Kenapa saham gorengan tanpa fundamental bisa naik 100% dalam seminggu?
Karena terbentuk SPEKTRUM EUFORIA yang seragam.
Pada momen itu, ribuan orang di dalam market sepakat untuk mengabaikan logika "Valuasi". Psikologi massa mengambil alih. Otak setiap individu di market berkata: "Ini akan naik terus, ada orang lain yang lebih bodoh yang akan beli di harga lebih tinggi (Greater Fool Theory)."
Sebaliknya, saat crash (ARB berjilid), harga hancur bukan karena perusahaannya bangkrut hari itu juga. Tapi karena spektrum psikologis berubah menjadi KEPANIKAN KOLEKTIF. Orang tidak lagi peduli nilai perusahaan, yang ada di kepala hanya: "Selamatkan uang sisa saya, keluar sekarang juga!"
3. Spektrum Emosi Pemain Pasar
Di dalam satu candlestick harian, terdapat pertempuran batin ribuan orang dengan latar belakang berbeda:
• Si Nyangkuters: Psikologinya penuh Penyesalan dan Doa. Mereka menahan supply (tidak mau jual rugi), yang membuat harga sulit turun, tapi begitu harga naik sedikit (BEP), mereka jadi tembok penghalang karena buru-buru keluar.
• Si Scalper: Psikologinya Agresif dan Cepat. Mereka menciptakan volatilitas/noise. Mereka tidak peduli masa depan perusahaan, mereka hanya peduli detak jantung pasar detik ini.
• Si Investor Value: Psikologinya Tenang dan Kontrarian. Mereka membeli saat orang lain menangis (takut), dan menjual saat orang lain pesta (serakah).
4. Kesimpulan: Apa Gunanya Memahami Ini?
Memahami bahwa harga adalah produk psikologi akan mengubah cara Anda trading:
Anda berhenti menyalahkan Market. Market tidak jahat. Market hanya kumpulan emosi orang banyak.
Anda belajar membaca "Suasana Hati". Chart patterns (seperti Head and Shoulders atau Double Top) sebenarnya adalah jejak visual dari perubahan psikologi massa dari optimis menjadi pesimis.
Anda bisa mengontrol diri sendiri. Sebelum klik Buy atau Sell, tanyakan: "Saya melakukan ini karena data, atau karena saya sedang terseret arus emosi orang-orang di kolom running trade?"
Jadilah pengamat di tengah kerumunan yang histeris. Saat semua orang berteriak (Greed), belajarlah untuk diam. Saat semua orang menangis (Fear), belajarlah untuk melihat peluang.
Karena pada akhirnya, Chart hanyalah EKG (Detak Jantung) dari jutaan harapan dan ketakutan manusia..
.
.
Semoga menjadi bahan renungan untuk trading plan besok!
Cheers.
$IHSG
$UNTR
$GGRM
