imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Indikasi, Probabilitas dan Konfirmasi, Proses Terpenting Dalam Trading dan Investasi

Setelah beberapa bulan intens mendalami dunia forex (sebenarnya sudah dari 3 tahun lalu tertarik dan mencoba, karena margin call jadinya ngeri duluan akwoako), serta menyerap ilmu dari seorang tokoh forex terkenal di Indonesia, akhirnya saya menemukan sebuah pencerahan. Bahwa, pada dasarnya trading (baik forex atau saham) dan investasi saham itu memiliki persamaan. Sama-sama harus melewati 3 proses, yaitu menemukan indikasi, menentukan probabilitas, dan menunggu konfirmasi. Ya, sederhana sekali. Sebelum entri atau mulai investasi disuatu saham atau open posisi, lakukanlah 3 proses ini, untuk meningkatkan peluang keberhasilan posisi kita. Mari kita bahas satu persatu.

1. Menemukan Indikasi
Dalam dunia forex, hal pertama yg harus disiapkan dalam menghadapi market adalah menemukan indikasi. Proses ini berupa menunggu set up trading sesuai dengan metode andalan kita sendiri. Misalnya menunggu ada indikasi akan terjadi chart pattern double top, double bottom, atau candlestick pattern doji, harami, dll. Indikasinya harus ada dulu, baru lanjut ke tahap selanjutnya. Sama saja seperti trading saham kan? Mungkin saja kalau dalam trading saham ada proses menemukan indikasi tambahan yaitu baca broksum, pergerakan bandar, price action dll. Lalu apakah kalau investasi saham juga perlu menemukan indikasi? Jelas bos! Misalnya, ketika menemukan ada saham yg harganya turun terus karena mengalami kerugian pertama kali sejak tahun 2018 (kok mirip $UCID ya?), seorang investor biasanya akan tertarik untuk menggali lebih dalam, ada masalah apa ya? Kok bisa rugi ya? Apakah ada indikasi yg menunjukkan adanya peluang untuk membalikkan kinerjanya tahun depan? Kalau ada indikasinya, ya udah gas lanjut proses selanjutnya.
Seperti itulah yg saya maksud dengan proses menemukan indikasi. Benar?

2. Menentukan Probabilitas
Pada tahapan ini, setelah menemukan adanya indikasi, maka yg selanjutnya dilakukan seorang trader forex adalah menentukan probabilitas. Misalnya, ada indikasi muncul chart pattern double top. Trader harus menentukan berapa kira-kira peluang keberhasilan pola itu akan terjadi. Kalau peluangnya kira-kira diatas 50%, atau bahkan diatas 60%, ya trade itu layak ditunggu konfirmasinya. Lanjutkan ke proses selanjutnya. Kalau peluang terjadinya doble top masih kecil, ya cari saja pair lain. Simpel sekali. Sama juga dengan trading saham, setelah menemukan ada indikasi peluang entri sebuah saham, tentukan probabilitasnya dalam hal ini trader saham harus mentukan peluang harga akan naik. Misalnya, sudah turun 50% dari harga pucuk, peluangnya semakin besar. Sudah di support kuat, tambah besar lagi. Sudah menyentuh harga IPO, gas lah peluang tambah besar. Lalu bagaimana dengan investasi saham? Probabilitas yg ditentukan adalah kemungkinan kinerja sebuah perusahaan akan pulih, dengan cara mengulik lebih dalam laporan keuangannya. Misalnya, saham komoditas, harga komoditasnya naik, otomatis peluang pemulihan kinerjanya menjadi sangat besar. Atau saham konsumer, jika ekonomi negara membaik, maka pemulihan kinerja sudah didepan mata. Dalam hal ini, sudah banyak tulisan saya yg dipost disini. Silahkan dibaca kalau mau tau lebih banyak.
Seperti itulah yg saya maksud dengan proses menentukan probabilitas. Benar?

3. Menunggu Konfirmasi
Ini dia tahapan terakhir sebelum open posisi dalam forex. Kebanyakan trader men-skip proses ini. Setelah menentukan probabilitasnya, mereka langsung open posisi. Hasilnya, ternyata pola double top yg ditunggu gagal terjadi. indikasi dan probabilitas yg sudah ditentukan tadi justru menjadi tak berguna. Karena itu, proses menunggu konfirmasi sangat penting dilakukan. Dalam forex, biasanya yg menjadi konfirmasi adalah 1 candle terakhir, kalau sesuai, baru entri atau masukkan pending order sesuai trading plan. Begitu juga dalam trading saham, mungkin konfirmasi yg paling tinggi probabilitasnya adalah insider alias dirut dan komut yg tiba-tiba ikut akumulasi saham akwoakwo. Hal yg sma juga berlaku dalam investasi. Konfirmasinya apa? Kinerjanya membaik dari hasil laporan keuangan terbaru. Cuma itu dan harus hanya itu. Bahkan kalau insider akumulasi pun, itu tidak cukup. Bagaimana kalau dirutnya keliru? Sering bgt terjadi kan owner yg nyangkut disaham perusahaannya sendiri? Akwowkowko.

Sebagai contoh kasus, saya pakai saham $BATA . Indikasi pemulihan kinerja sudah ada, terlihat dari usaha manajemen untuk mengurangi liabilitas dengan cara menjual aset yg tidak produktif, sudah memperoleh persetujuan dari kreditur terbesar untuk mendapat keringanan, dan menjual hanya produk-produk eksklusif agar mendapat marjin yg lebih tinggi. Lalu probabilitas keberhasilannya gimana? menurut saya diatas 50%, karena ada statemen dari kreditur utama mereka bahwa tidak akan menuntut pembayaran utang, kecuali kalau neraca perusahaan sudah sehat. Wah, angin segar donk! Lalu lanjut ke proses ketiga, tunggu konfirmasi! Eh, laporan keuangan terbaru belum keluar! Ya, selama belum ada konfirmasi, peluang gagalnya tetap besar. Resikonya justru bertambah besar jika sudah masuk posisi sebelum ada konfirmasi ini. Meskipun harga sahamnya sudah naik 60% sejak awal menemukan indikasinya. Ingat selalu prinsip orang kaya, lebih baik tidak dapat uang, daripada harus hilang uang! Hehe.

Jadi gimana? Setuju apa ngga? Karena investasi adalah tentang mengelola resiko. Semakin kecil, maka potensi returnya justru akan datang sendiri. :)
Menemukan indikasi, menentukan probabilitas, dan menunggu konfirmasi! Wajib!
Never stop learning!

Psssst, saya lagi nunggu konfirmasinya si UCID akwokawooak

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy