"Analogi Bahan Bakar: Volume sebagai Bensin Kenaikan"
Sebuah kendaraan secanggih apapun tidak akan bisa berjalan jauh tanpa bahan bakar yang cukup. Di pasar saham, bahan bakar tersebut adalah volume yang berkualitas. Kenaikan harga tanpa volume ibarat mobil yang sedang meluncur di turunan; terlihat bergerak, tapi akan segera berhenti saat menemui jalan datar atau sedikit tanjakan. Kenaikan harga yang berkelanjutan (trending) selalu membutuhkan pasokan bahan bakar berupa Smart Money yang masuk secara terus-menerus ke dalam saham tersebut.
Melalui Trigger Smart Money, Anda bisa mengukur "level bensin" sebuah saham secara akurat. Lonjakan volume 5x lipat adalah pengisian bahan bakar dalam jumlah besar yang biasanya dilakukan oleh institusi. Namun, pastikan bensinnya adalah bensin murni—yaitu Clean Money (akumulasi). Jika volumenya besar tapi didominasi oleh dana keluar (Bad Money), itu ibarat bensin campur air yang justru akan merusak mesin harga. Mengetahui kualitas bensin ini akan menentukan seberapa jauh harga saham pilihan Anda bisa terbang.
Jangan pernah mengejar saham yang harganya naik tapi "jarum bensinnya" (volumenya) terus menurun. Itu adalah tanda-tanda kelelahan tren. Selalulah mencari saham yang setiap kenaikannya didukung oleh lonjakan dana masuk bersih yang konsisten. Dengan menggunakan radar deteksi dana besar, Anda bisa memastikan bahwa saham yang Anda pegang memiliki tenaga yang cukup untuk mencapai target profit yang telah ditentukan. Di bursa saham, kejujuran bensin volume tidak akan pernah bisa membohongi hasil akhir pergerakan harga.
$PZZA $KBLV $PSKT
1/2

