"Seni Mengelola 'Floating Loss' dengan Data Aliran Dana"
Hampir setiap trader pernah mengalami kondisi floating loss atau posisi yang sedang merugi sementara. Hal yang membedakan trader sukses dan trader gagal adalah bagaimana mereka menyikapi kerugian tersebut. Trader gagal akan panik dan langsung cut loss tanpa dasar, atau justru mendiamkan saham yang dananya terus keluar. Sebaliknya, trader cerdas akan mengecek apakah selama harga turun tersebut, Smart Money masih berada di dalam atau malah ikut keluar bersama kepanikan ritel.
Jika harga saham Anda turun namun data Trigger Smart Money menunjukkan bahwa Clean Money tetap positif atau bahkan bertambah, itu artinya pemain besar sedang melakukan akumulasi di harga bawah (averaging down). Ini adalah sinyal bahwa Anda tidak perlu panik; justru penurunan tersebut bisa menjadi kesempatan untuk menambah posisi. Namun, jika harga turun dan aliran dananya sangat negatif (Bad Money), maka tidak ada alasan untuk bertahan. Anda harus segera keluar untuk mengamankan modal Anda sebelum kerugian membengkak lebih jauh.
Manajemen posisi yang didasari data akan memberikan Anda ketenangan psikologis yang luar biasa. Anda tidak lagi berjudi dengan harapan, melainkan bertindak berdasarkan fakta transaksi trade done. Dengan bantuan radar deteksi dana besar, Anda bisa membedakan mana penurunan yang merupakan peluang dan mana yang merupakan ancaman nyata. Jadikan data aliran dana sebagai penentu tunggal keputusan Anda dalam mempertahankan atau melepaskan sebuah posisi yang sedang merugi. Kedisiplinan berbasis data adalah kunci utama untuk bertahan hidup dan menang di bursa saham.
$BAPA $BRPT $BMRI
1/2

