Sambil menunggu hasil RUPSLB $NOBU besok, mari kita bahas lagi kenapa saya pernah mengeluarkan angka target NOBU di 5.000 satu hari nanti. Angka itu akan terlihat lebih nyata setelah kita bongkar lagi lapkeu Q3 2025.
Kalau kita memperhatikan dengan cermat pos 'Pendapatan provisi dan komisi selain dari kredit', ini adalah fee-based income dan menjadi bukti bahwa kerjasama bancassurance dan transaksi QRIS/VA/EDC sudah memberikan kontribusi besar sejak Q1. Kemungkinan porsi bancassurance masih minim karena secara resmi, kerja sama baru diumumkan Q3 2025, jadi di tahun 2026, akan semakin terlihat kontribusinya. Di website sudah dimasukkan ke dalam bagian layanan sejak beberapa bulan lalu :
https://cutt.ly/wtkvHiZb
Angka YoY yang melonjak termasuk dahsyat yaitu dari 196 miliar menjadi 331 miliar (+68%). Pada laporan arus kas, uang tunai yang tercatat adalah 325 miliar, jadi ini beneran cash yang masuk sehingga kualitas labanya sangat baik. Ini yang disebut 'kecil kecil kalo dikumpulin jadi banyak'. Jadi dengan belum beroperasi 100% sesuai koridor Hanhwa saja, lonjakan ini sudah menjadi acuan awal seberapa besar NOBU akan berkembang ke depannya.
Inilah yang akan mendongkrak valuasi NOBU di kemudian hari dan yang kita harapkan adalah menjadi valuasi tech seperti era boom digital bank di tahun 2021 lalu. Apabila nanti sesuai perkiraan kita, NOBU menambah saham baru 1 milyar lembar sehingga jumlah saham menjadi 8.5 milyar, maka harga 5.000 itu setara dengan market cap 42.5T, ya ngga muluk2 amat mengingat saat ini konglo sedang gencar menaikkan market cap. Dulu waktu hype bank digital tahun 2021, market cap ARTO dan BBHI pernah mencapai 100T lebih.
Berdasarkan data tahun 2024, jumlah rekening nasabah baru sekitar 500.000 atau hanya sekitar 1.25% dari BCA. Untuk bank konvensional dengan 119 cabang, ya termasuk wajar punya nasabah 5000 orang per cabang. Sedangkan dengan jumlah nasabah yang kecil seperti ini (besar kemungkinan masih didominasi oleh nasabah dalam ekosistem Lippo seperti karyawan Matahari, Hypermart, Siloam dll), NOBU sudah berhasil mencetak laba yang bagus padahal Hanhwa belum melakukan injeksi dana dan mengintegrasikan Superapp mereka. Mungkin saja per 2026 ini kita anggap sudah berhasil naik jadi 1.000.000 nasabah ya
https://cutt.ly/ytkvHuP1
Sedangkan coba dipelajari, pada tahun 2019-2020, OVO milik Lippo bersama Soft Bank berhasil mengumpulkan 115 juta pengguna, ya Anda tidak salah baca, itu sama saja dengan 3x nasabah BBCA. Jadi, secara historis, Lippo sudah punya track record untuk mendapatkan jumlah nasabah digital super banyak dalam waktu singkat. Jadi, seberapa mudah jumlah nasabah ditingkatkan dari 1.000.000 ke 5.000.000? Menurut saya sih ini sama aja dengan ngebalikin telapak tangan. Kalau misalnya target nasabah 5 juta orang bisa dicapai dalam waktu 1-2 tahun, kira2 berapa pendapatan fee based yang akan digenerate? Kalau misalnya laba bersih NOBU berhasil naik 3x lipat, jelas ngga mungkin harga saham masih di sini.
Sebagai bahan komparasi, saat ini 5 besar bank digital dengan nasabah terbanyak adalah $BBYB yang sudah memiliki sekitar 25 juta nasabah, SeaBank sekitar 20 juta, ARTO sekitar 18 juta, BBHI sekitar 13 juta dan $SUPA sekitar 5 juta.
Jadi satu hari nanti, justifikasi harga NOBU yang tinggi itu karena akselerasi jumlah nasabah dan net profit sehingga divaluasi premium oleh pasar karena growth yang super cepat, bukan karena pom pom atau digoreng. Strategi untuk invest jangka panjang di Bank Nobu ini bisa dilakukan dengan cara invest/trading tempat lain dan alihkan 20-30% profit ke sini dan lakukan bertahap setiap minggu/bulan. Ini untuk berjaga-jaga kalau dia belum gerak atau memang masih lama, jadi kita tidak ketinggalan opportunity di tempat lain, namun kalau tiba-tiba dia naik kenceng, kita sudah punya barang dan tinggal ditambah bertahap saja. Saya sendiri sudah siap untuk invest berkala dan hold 5 tahun ke depan dan ingin melihat apakah mimpi Pak Mocthar akan terealisasi, sementara ini ya kita duduk manis sambil ongkang-ongkang kaki.