$BKSL — BANYAK YANG KEJAR, TAPI GUE MALAH WAS-WAS 🚨
Kalian excited liat BKSL naik 166% dalam setahun (dari 53 ke 161), tapi gue malah liat red flag bertebaran. Chart daily nunjukin rising wedge—ini klasik pattern sebelum reversal turun. Volume kemarin 530 juta shares, itu 10x lipat average—ada yang lagi heavy lifting, tapi pertanyaannya: lagi ngumpulin atau lagi buang barang?
Fundamentalnya bikin gue bingung: Revenue Q3 2025 memang naik 85% YoY jadi Rp353 miliar, net income loncat 225% YoY jadi Rp57 miliar—tapi lo bayar PE 437x buat saham properti yang revenue annualnya cuma Rp1.1 triliun. Itu artinya lo bayar 437 tahun profit demi ekspektasi growth ke depan. Bandingkan sama $BSDE atau $PWON yang PE-nya cuma belasan—BKSL ini overpriced banget kecuali mereka punya project jumbo yang belum disclosed. Free float cuma 23%, controlling shareholder PT Sakti Generasi Perdana pegang 65%—artinya harga gampang dikendalikan.
Yang bikin gue lebih skeptis: broker action 13 Januari showing 40 buyer vs 37 seller tapi classification-nya "Dist" (distribusi). Big Acc masih 23% volume, tapi average broker cuma Small Acc. RSI 51 (netral), MACD mulai melemah, plus rising wedge di 1D chart—ini setup buat koreksi dalam, bukan lanjut naik. Risk-reward ratio gak masuk akal—upside mungkin 10-15% ke 180-185 kalau breakout, tapi downside bisa 30-40% kalau jebol support 144 dan balik ke mean reversion 110-120.
🛒 Posisi Gue: WAIT or SHORT (Buat yang advanced)
⚠️ Watch Level: 150 (Support kuat), 144 (Jebol = koreksi dalam dimulai)
🎯 Kalau Nekad Masuk: Max 158-160 dengan SL ketat 150
🛡️ Mental: Ini saham spekulatif PE 437x, bukan invest, pure trading. Jangan hold long-term.
Gue lebih suka nunggu koreksi ke 120-130 baru masuk, atau cari saham properti lain yang valuasinya lebih masuk akal.
🚀 RocketStock