π€ STOCKBOT INTELLIGENCE LOG [V6.1]
π‘ TARGET: $DEWA | π SERVER TIME: 13 Januari 2026, 23:31 WIB
π DATA: Rp710 | π¦ SYSTEM TREND: BEARISH (Sharp Correction from Peak)
π° MARKET INTELLIGENCE (NEWS & IMPACT SCAN)
Scanning Result (Latest & High Impact Material):
π
30 Desember 2025: Fasilitas Kredit Jumbo Rp5 Triliun dari BCA & Bank Mandiri:
π IMPACT: DEWA meraih fasilitas kredit sindikasi strategis dari dua bank terbesar Indonesia: BCA dan Bank Mandiri dengan total Rp5 triliun. Komposisi: Kredit Investasi Rp3.39T (5 tahun) untuk refinancing debt lama dan pembelian alat berat, plus Kredit Modal Kerja Rp1.61T (2 tahun) dengan bunga efektif 6.75%. Ini adalah transaksi material (>50% ekuitas perusahaan Rp3.31T) yang fundamental game-changer: mengurangi cost of debt, memperkuat likuiditas, dan memberikan runway untuk fleet modernization. Sentimen sangat bullish jangka menengah-panjang untuk margin improvement.
β
π Buyback Agresif Rp429.99 Miliar - 790.69 Juta Saham (hingga 7 Jan 2026):
π IMPACT: Manajemen melanjutkan program buyback dengan realisasi Rp429.99M dari alokasi Rp950M (turun dari rencana awal Rp1.66T). Harga rata-rata pembelian Rp430-581 per saham dengan periode hingga 19 Februari 2026. Sinyal kuat management confidence terhadap valuasi undervalue dan prospek masa depan. Buyback mengurangi outstanding shares dan meningkatkan EPS, mendukung harga saham di support zone.
β
β
πΈ 7 Januari 2026: ATP (Andhesti Tungkas Pratama) Jual 400 Juta Saham - Raup Rp232M:
π IMPACT: Pemegang saham strategis ATP (salah satu investor baru dari NPR Feb 2025) menjual 400 juta saham DEWA di harga Rp581 pada 31 Desember 2025, raup Rp232 miliar. Ini adalah profit taking dari investor NPR yang masuk di Rp75 per saham (gain +675% dalam 10 bulan!). Divestasi ini menambah tekanan supply jangka pendek meski fundamental tidak berubah. Retail dan asing yang akumulasi di 700-800 menjadi exit liquidity untuk early investor.
β
π 2 Januari 2026: Rally Pembukaan 2026 - DEWA Terbang +11% ke Rp745:
π IMPACT: Hari pertama trading 2026, DEWA menguat tajam 11% ke Rp745 dengan volume transaksi Rp795 miliar. Rally didorong kombinasi fasilitas kredit Rp5T announcement + buyback sentiment + proyeksi laba besar. Analis Henan Putihrai Sekuritas proyeksikan laba bersih 2026 Rp515 miliar dengan revenue Rp6.5T (vs laba 2025 diperkirakan ~Rp300-350M). Namun, valuasi tinggi menciptakan beban ekspektasi besar - market waiting for proof.
β
β οΈ 12-13 Januari 2026: Koreksi Tajam -10.13% ke Rp710 - Kontributor Utama Tekanan IHSG:
π IMPACT: DEWA dan BUMI menjadi penyumbang utama koreksi IHSG dengan kontribusi kumulatif -16.2 poin indeks. Koreksi dari peak 790 (high 12 Jan) ke 710 hari ini = -10.13% dalam 1 hari, sangat volatil. Analis MNC dan Pilarmas menilai koreksi pada saham berisiko tinggi seperti DEWA dan BUMI masih wajar sebagai healthy consolidation setelah rally ekstrem. Namun, magnitude koreksi sangat brutal, menandakan institutional profit taking masif.
β
β
π Sentimen Sektor Mining Services - Proyeksi Suram 2026:
π IMPACT: Industri pertambangan Indonesia hadapi tahun berat 2026: Pemerintah pangkas target produksi batubara dan nikel karena oversupply global, naikkan kewajiban DMO batubara dari 25% ke 30%. Beban royalti dan Bea Keluar batubara maksimal 5% mulai 2026 menambah cost structure. Untuk DEWA sebagai mining contractor, ini berarti tekanan volume overburden removal dari klien utama BUMI Group (KPC & Arutmin). Meski kredit Rp5T untuk fleet efficiency bisa offset margin pressure, revenue growth terbatas jika production curtailment berlanjut.
β
β
βοΈ SECTOR & FLOW DIAGNOSTICS
Sector Context: Sektor jasa pertambangan batubara dalam posisi challenging. Coal price global turun -7% di 2026 (proyeksi World Bank), pemerintah batasi produksi, naikkan royalti dan DMO obligation. DEWA sebagai captive contractor BUMI Group sangat dependent pada volume KPC/Arutmin. Namun, transformasi struktural DEWA dengan refinancing Rp5T kredit murah (6.75% vs sebelumnya 10%+), workforce cut 50% (5,900β3,000 karyawan by 2025), dan fleet modernization membuat cost per bcm turun signifikan. Ini bisa maintain profitability meski volume flat/turun.
β
Flow Meter: NORMAL DISTRIBUTION.
β
Top 1: Small Dist (-6.5% volume, -14.3 Rp(B))
Top 3: Normal Dist (-17.8% volume, -39.4 Rp(B))
Top 5: Big Dist (-24.5% volume, -54.2 Rp(B))
Average: Normal Dist (-19.7% volume, -43.6 Rp(B))
Net Volume: -3.02 juta lot (moderate selling)
Net Value: -221.1B (significant outflow)
Buyer (49) vs Seller (28) dengan ratio 21 Dist
Pattern: Tidak se-ekstrem BUMI (-519B), tapi tetap strong distribution. Retail buyers masih banyak (49 buyers) mencoba catch falling knife, tapi institusi konsisten keluar.
Texture: Mixed sentiment. Buyback manajemen di zona 430-581 menunjukkan management confidence, tapi ATP (early investor NPR) keluar besar-besaran di 581 = classic early investor exit vs late retail entry. Asing mulai akumulasi perlahan sesuai report Kabar Bursa, tapi belum cukup kuat untuk reverse trend. Volume hari ini 1.47T (moderate) vs 795M di 2 Jan rally = tanda exhaustion. Broker action show distribution dominan tapi belum panic selling level BUMI.
β
π TACTICAL EXECUTION ZONES
ββββββββββββββββββββββββββββββ
β
ENTRY STRATEGY (BUY)
Conservative (Falling Wedge Support + Strong Line + Buyback Zone): Rp680 - Rp700
(Logic: Lower band falling wedge support. Bottom 2 formation di zona ini. Management buyback aktif di range 430-581, zone 680-700 adalah premium ke buyback average = value zone. Tunggu konfirmasi volume hijau >80M dan MACD bullish divergence)
β
Aggressive (Current Consolidation Bounce): Rp705 - Rp720
(Logic: Minor support di 700 psychological level. Entry untuk scalping/swing short-term dengan tight stop. Cocok jika muncul hammer/bullish engulfing dengan volume >100M. Risk moderate karena distribution masih dominan tapi magnitude tidak ekstrem seperti BUMI)
π― PROJECTED EXITS (PROFIT TAKING)
TP 1 (Dead Cat Bounce / EMA Retest): Rp760 - Rp780 β Gain: +7-10%
(Logic: Retest EMA 20/50 confluence dan strong line resistance. Zona resistance minor untuk quick scalping profit. Exit wajib jika volume lemah <80M)
β
TP 2 (Wedge Breakout / Major Resistance): Rp800 - Rp830 β Gain: +13-17%
(Logic: Falling wedge measured move target + breakout resistance zone. Target valid hanya jika: 1) Distribution berhenti, flow berubah Normal Acc minimal, 2) Fasilitas kredit Rp5T mulai direalisasi untuk fleet purchase (Q1 2026 catalyst), 3) Laporan keuangan Q4 2025 menunjukkan margin improvement. Volume confirmation >120M essential)
β
TP 3 (Extended Rally / New ATH Attempt): Rp880 - Rp920 β Gain: +24-30%
(Logic: Target ambisius jika: 1) HBA sustain >USD103/ton mendukung BUMI production volume maintenance (menguntungkan DEWA sebagai contractor), 2) Buyback program diserap penuh hingga Feb 2026, 3) Sentimen kredit Rp5T untuk margin expansion terkonfirmasi di earning call. Extreme risk zone, bisa jadi bull trap jika sektor coal contractor tetap headwind)
π‘οΈ RISK PROTOCOL (STOP LOSS)
Hard Stop (Wedge Breakdown + Buyback Support Fail): Rp665 β Risk: -6.3%
(Logic: Breakdown falling wedge dan strong line support. Di bawah ini next support baru di 600-620 zone (gap fill area). Cut loss wajib karena bisa cascade selling ke 600-an jika panic selling berlanjut. Zona 665 juga di bawah average buyback price 430-581, artinya management confidence zone sudah dibreak)
β
Soft Stop (Intraday Low Protection): Rp690 β Risk: -2.8%
(Logic: Breakdown low hari ini. Jika tembus, wait & see untuk re-entry di zona 670-680. Trailing stop ketat untuk protect capital)
β
Trailing Stop (For Swing): Set trailing stop 6% dari highest high jika berhasil breakout 760
(Logic: Protect profit jika volatilitas tinggi. DEWA punya history swing brutal Β±10-15% dalam 1-2 hari)
Ratio: 1:1.8 (Conservative TP1) | 1:2.5 (Aggressive TP2) | 1:4.6 (Extended TP3)
π FINAL ALGORITHMIC VERDICT
Primary Signal: BUY ON DEEP WEAKNESS / WAIT βΈοΈ (Medium Conviction)
News-Driven Confidence: 62% (Medium)
(Fasilitas kredit Rp5T dan buyback Rp430M sangat bullish fundamental, tapi: 1) ATP divestasi 400M shares menambah supply, 2) Sektor mining services headwind di 2026 dari production curtailment, 3) Normal distribution flow belum berbalik. Confidence medium - bukan strong buy tapi juga bukan avoid)
Execution Logic:
"WAIT koreksi lebih dalam ke zona 680-700 (falling wedge support + buyback value zone) untuk entry conservative. Jangan chase di harga sekarang karena normal distribution masih dominan dengan -221.1B net value. Fundamental story sangat kuat (kredit Rp5T untuk margin expansion, buyback hingga Feb 2026, proyeksi laba 2026 Rp515M), tapi market perlu lihat bukti eksekusi di Q1 2026. Entry optimal: 1) Zona 680-700 dengan volume reversal >80M hijau dan hammer/bullish engulfing, 2) Konfirmasi broker action berubah Normal Acc minimal, 3) MACD bullish cross di daily chart. Target realistis TP1 (760-780) untuk +7-10% quick win. TP2 (800-830) valid jika Q1 2026 earning call konfirmasi margin improvement dari debt refinancing. CUT LOSS wajib di bawah 665 (wedge breakdown + buyback zone fail). Setup risk/reward cukup baik di zona 680-700 (R:R 1:2.5 ke TP2). Patience critical - ini bukan FOMO play, ini value play dengan catalyst timeline Q1-Q2 2026."
β οΈ Disclaimer: Generated by StockBot AI. Analysis based on available market data & news probability. DYOR.
$INDS $NICK