$LPKR - "Bangkit dari Tidur Panjang, Si Lippo Lagi Main Serius"

Gameplan gue:

🛫 Area Serok: 85-95 (Tunggu pullback ke support atau cicil bertahap di range ini)

🎯 Target: 135 buat napas dulu (ambil modal), tapi kalau skenario turnaround jalan sempurna, 180-200 🌕 adalah target 'The Moon' kita (2x bagger dari area serok)

🛡️ Stop Loss: 78 (Di bawah ini artinya cerita gagal, keluar aja)

PERTAMA, GUE BEDAH DULU SIAPA DI BALIK LAYAR

Lo tau siapa yang pegang kemudi? John Riady, cucu langsung dari Mochtar Riady (si bos besar Lippo Group). Dia sekarang CEO LPKR sekaligus Direktur Eksekutif Lippo Group. Ini bukan main-main, keluarga Riady udah puluhan tahun bangun kerajaan bisnis dari properti, kesehatan (Siloam), ritel (Matahari), sampe perbankan.

Track record mereka gimana? Jujur aja, mixed. Lippo ini konglomerat "Royal tapi Selektif". Kalau mereka lagi serius main, sahamnya bisa terbang tinggi banget—contoh nyata: anak perusahaannya MLPL (Multipolar) naik 100% dalam sebulan tahun lalu, langsung 1 bagger! Tapi di sisi lain, LPKR sendiri pernah struggle berat 2019-2022, rugi berkepanjangan gara-gara beban utang USD yang mencekik leher.
​

Yang bikin menarik sekarang: Dari data insider trading, PT Inti Anugerah Pratama (pemegang saham 25.62%) beli MASIF 4,75 MILIAR lembar saham di 19 Desember 2024. Ini bukan order sembunyi-sembunyi, tapi transaksi KI (Komisaris/Direksi) yang artinya orang dalam lagi nambah posisi besar-besaran pas harga masih murah. Kalau mereka gak yakin sahamnya bakal naik, ngapain borong segede itu? Insider buying sebesar ini adalah salah satu sinyal terkuat di pasar—mereka tau sesuatu yang kita belum tau.
​

STORY FUNDAMENTALNYA: DARI HAMPIR BANGKRUT KE COMEBACK KING

LPKR ini klasik cerita "Turnaround Play". Properti ini sempat jadi anak bawang di era 2019-2022, rugi terus gara-gara utang obligasi global (USD 410 juta & USD 425 juta) yang bunga dan cicilannya bikin sesek napas. Tapi John Riady gak diam. Sejak dia naik jadi CEO, strateginya jelas: bayar utang, fokus cashflow, jual produk yang laku keras.
​

Hasilnya? Liat aja Q3 2025 ini:

Marketing sales Rp4,02 triliun (udah 64% dari target setahun!)
​

Revenue real estat tumbuh 74% YoY jadi Rp5,5T
​

Net Income growth 119.67% (from your screenshot financials)
​

EBITDA Rp997 miliar, likuiditas kas Rp2,2 triliun
​

Mereka fokus ke hunian tapak terjangkau dan premium (Park Serpong tahap 4 & 5, Metropolis Marq Estate)—segmen yang lagi booming karena bunga KPR turun dan program pemerintah untuk subsidi perumahan. 70% total penjualan mereka datang dari sini, alias mesin uang utama.
​

Kenapa ini calon Bagger? Simpel: PBV cuma 0.23 (from your Keystats screenshot). Ini artinya lo beli aset properti senilai Rp1.000, tapi cuma bayar Rp230 doang. Undervalued banget. Kalau sentimen properti pulih penuh dan LPKR konsisten profit, wajar aja PBV naik ke 0.5-0.7, yang artinya harga saham bisa double atau triple dari sini. Tambahan, PE Ratio 17.37 (TTM) juga masih wajar untuk sektor properti yang lagi recovery.
​

DARI PANTAUAN FLOW TERAKHIR

Gue liat data broker lo, ini menarik banget:
​

Top Buyer (Jan 1-12, 2026):

PD (Indo Premier/Ritel): 7.2B, lot 735K → Ritel lagi FOMO masuk

ZP (Maybank Kim Eng/Asing): 6.3B, lot 697K → Foreign Smart Money masuk!

RX (Macquarie/Asing): 4.4B, lot 480K → Asing lagi akumulasi bertahap

XL (Stockbit/Ritel): 3.6B, lot 328K → Community retail ikut masuk

YP (Mirae/Ritel): 7.1B (seller side juga besar) → Ritel lagi volatile

Interpretasi Bandarmology:
Ini mix sehat antara asing dan ritel. Yang paling penting: broker asing kayak ZP (Maybank) dan RX (Macquarie) lagi akumulasi konsisten—mereka gak main-main, biasanya masuk kalau udah riset fundamental dalam. Ritel (PD, XL, YP) juga ramai, tapi belum euphoria karena volume masih terkontrol.
​

Dari data Broker Action, terlihat Big Accumulation dengan Rp(B) 6.7 dan status "Big Acc" di Top 5 broker. Net Volume +3.3 juta lot, Net Value +31.7B—ini akumulasi besar yang sehat, bukan pump-dump bandar kecil.
​

Yang bikin makin yakin: Harga sempat nyentuh 109 (High) tapi masih bertahan di area 97-98 sekarang. Ini healthy consolidation sebelum leg naik berikutnya. MACD mulai crossing bullish, RSI 67.9 (belum overbought), dan Accum/Dist line masih slope up.
​

NOTE:

Selama keluarga Riady masih pegang mayoritas dan John Riady masih serius eksekusi strateginya, kita nebeng aja. Insider buying 4.75 miliar lembar di Desember 2024 itu sinyal kuat mereka yakin harga bakal naik. Tapi inget, ini bukan gorengan cepat—ini value play jangka menengah (3-12 bulan). Jangan expect naik rocket besok. Sabar, disiplin, dan cut loss kalau tembus 78 karena artinya cerita turnaround gagal.

Risk: Utang masih ada (Rp7T net debt), jadi kalau suku bunga naik lagi atau properti anjlok, bisa balik merah. Tapi dengan cashflow yang mulai positif dan debt reduction konsisten, risikonya mulai turun.
​

Bottom line: LPKR ini "Sleeping Giant yang Lagi Bangun". Fundamentalnya mulai kinclong, backing-nya kuat (Riady Family + insider buying gede), dan flow-nya sehat (asing + institusi masuk). Kalau lo percaya cerita recovery properti Indonesia 2026 dan track record keluarga Riady, ini layak masuk watchlist utama lo 🎯.

$BUMI $DEWA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy