"Membedakan Antara Scalping Ritel vs Akumulasi Institusi"
Banyak orang mengira volume tinggi di Running Trade selalu berarti ada bandar yang masuk. Padahal, volume bisa saja tinggi karena aktivitas scalping ribuan ritel yang sedang saling berebut keuntungan kecil. Aktivitas ritel seperti ini biasanya disebut Bad Money karena sifatnya yang tidak loyal dan mudah panik. Mereka masuk cepat dan keluar lebih cepat lagi, menciptakan noise yang sering menipu mata. Untuk sukses, Anda harus bisa memisahkan keramaian ritel ini dengan pergerakan terstruktur dari institusi atau Smart Money.
Trigger Smart Money menggunakan algoritma untuk memfilter noise tersebut. Institusi besar tidak akan melakukan scalping serampangan; mereka melakukan pembelian yang terencana dan sistematis. Ketika sistem mendeteksi lonjakan volume intraday yang masif disertai akumulasi Clean Money, itu adalah sinyal bahwa ada dana besar yang berniat "menetap" untuk jangka waktu tertentu. Inilah momentum yang harus Anda ikuti. Mengikuti jejak institusi jauh lebih menguntungkan dan lebih tenang daripada mencoba bersaing di tengah kerumunan ritel yang emosional.
Dengan alat pendeteksi yang tepat, Anda tidak akan lagi tertipu oleh "ramai palsu". Anda akan belajar untuk mengabaikan saham yang volumenya besar tapi dana bersihnya tipis atau bahkan negatif. Fokuslah pada saham yang menunjukkan tanda-tanda pengumpulan barang yang tenang namun pasti. Saat Anda mampu membedakan siapa yang sedang bertransaksi, Anda telah naik level dari sekadar pengikut arus menjadi seorang pengamat pasar yang jeli. Keuntungan besar di pasar saham Indonesia selalu mengikuti mereka yang mampu melihat apa yang tidak terlihat oleh orang banyak.
$MMIX $RGAS $TMAS
1/3


