"Berhenti Menebak, Mulailah Melacak Aliran Dana"
Di pasar saham, informasi adalah mata uang yang paling berharga. Sayangnya, investor ritel seringkali mendapatkan informasi paling terakhir setelah para pemain besar selesai berpesta. Inilah alasan mengapa strategi "ikut-ikutan" seringkali berujung pada kerugian. Untuk bisa bertahan dan profit secara konsisten di BEI, Anda perlu mengubah pola pikir: jangan fokus pada harganya saja, tapi fokuslah pada siapa yang menggerakkan harganya. Jika Smart Money sedang memborong saham tersebut, maka kenaikan harga hanyalah masalah waktu.
Seringkali kita melihat sebuah saham dengan volume harian yang terlihat biasa-biasa saja jika menggunakan indikator rata-rata konvensional. Namun, jika dibedah secara intraday, ternyata ada lonjakan dana masuk (Smart Money) yang sangat agresif di jam-jam tertentu. Indikator lama seringkali terlambat memberikan sinyal karena mereka menunggu penutupan pasar. Padahal, peluang terbaik ada pada deteksi dini saat transaksi sedang berlangsung. Dengan memfilter aliran dana keluar (Bad Money), Anda bisa menghindari saham-saham yang volumenya tinggi tapi sebenarnya sedang dalam fase distribusi atau buang barang oleh pemegang saham besar.
Gunakanlah teknologi sebagai asisten pribadi Anda dalam memburu saham potensial. Bayangkan memiliki sebuah sistem yang bekerja 24 jam memantau seluruh emiten di bursa dan hanya memberikan alarm ketika ada pergerakan dana yang benar-benar valid. Anda akan lebih tenang dalam mengambil keputusan karena didasari oleh angka Clean Money yang positif. Trading bukan lagi soal keberuntungan, melainkan soal probabilitas dan keberpihakan Anda pada arus dana yang benar. Jadilah trader cerdas yang masuk saat akumulasi dimulai, bukan saat distribusi sedang berakhir.
$TOWR $SCMA $BMRI
1/3


