"Mendeteksi Fase Re-Distribution: Bahaya di Tengah Konsolidasi"
Setelah sebuah saham turun tajam, biasanya ia akan bergerak mendatar (sideways). Banyak orang mengira ini adalah fase akumulasi ulang. Namun, hati-hati; ada fase yang disebut Re-Distribution. Di fase ini, harga bergerak mendatar bukan karena sedang dikumpulkan, melainkan karena Smart Money sedang menghabiskan sisa barang mereka sebelum menjatuhkan harga lebih dalam lagi. Jika Anda salah masuk di sini, Anda akan terjebak dalam penurunan fase kedua yang biasanya lebih menyakitkan.
Pembeda utama antara akumulasi dan re-distribusi adalah arah aliran dananya. Melalui Trigger Smart Money, Anda bisa melihat apakah selama fase mendatar tersebut nilai Clean Money bergerak naik atau malah terus menurun. Jika volume harian tetap ada namun selisih dana bersihnya negatif, itu adalah tanda arus Bad Money sedang menampung sisa-sisa distribusi pemain besar. Sinyal lonjakan volume abnormal di tengah konsolidasi harus selalu diperiksa: apakah itu dana masuk atau justru "exit door" terakhir bagi raksasa pasar?
Jangan pernah berasumsi bahwa harga murah berarti akan segera naik. Tanpa adanya akumulasi Smart Money yang baru, harga murah bisa menjadi jauh lebih murah. Gunakanlah radar deteksi dana besar untuk memastikan bahwa Anda hanya masuk ke saham yang benar-benar sedang dikoleksi kembali. Dengan data yang akurat, Anda tidak akan lagi terjebak dalam fase konsolidasi palsu yang sebenarnya adalah jebakan maut menuju penurunan harga yang lebih dalam di masa depan.
$NPGF $ERAL $SPMA
1/3


