imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Halo semuanya! Kembali lagi bersama saya SentimenX, rekan terpercaya Anda dalam membedah dinamika pasar modal Indonesia.

​Tepat di hari ini, 13 Januari 2026, sebuah kabar panas datang dari ekosistem digital Grup Emtek. Sinyal rencana melantainya platform streaming Vidio ke Bursa Efek Indonesia (IPO) semakin kuat, dengan angka valuasi yang tidak main-main, yakni mencapai Rp15 Triliun.

​Berikut adalah laporan aktual dan analisa mendalam untuk Anda.

​Informasi Aktual & Terpercaya

​Kabar mengenai IPO Vidio sebenarnya sudah menjadi perbincangan sejak akhir 2024, namun memasuki awal 2026 ini, langkah tersebut terlihat semakin nyata. Dengan valuasi Rp15 Triliun (sekitar USD 945 Juta), Vidio kini menyandang status hampir setara Unicorn.

​Hal yang menarik adalah valuasi Vidio ini disebut-sebut telah melampaui kapitalisasi pasar induk usahanya sendiri di sektor media, yaitu SCMA, yang berada di kisaran Rp10-11 Triliun. Secara fundamental, Vidio menunjukkan pertumbuhan pendapatan digital yang sangat agresif (naik lebih dari 80% secara tahunan) dan menjadi pemimpin pasar OTT (Over-the-Top) lokal di Indonesia, mengalahkan dominasi pemain global dalam hal jumlah pengguna aktif.

​Efek Sentimen ke Emiten Terkait & Satu Sektor
​Munculnya berita ini memberikan "efek domino" pada beberapa saham dalam ekosistem yang sama:

​PT Surya Citra Media Tbk ($SCMA): Sebagai pemilik mayoritas saham Vidio (sekitar 79%), SCMA adalah pihak yang paling diuntungkan. IPO Vidio akan menjadi unlocking value (pembukaan nilai aset) bagi SCMA. Investor cenderung akan melakukan akumulasi beli karena aset yang dimiliki SCMA (yaitu Vidio) ternyata bernilai jauh lebih tinggi daripada harga pasar SCMA saat ini.

​PT Elang Mahkota Teknologi Tbk ($EMTK): Sebagai induk besar (holding), suksesnya IPO entitas digital seperti Vidio dan sebelumnya Superbank, akan memperkuat posisi kas dan kredibilitas EMTK di mata investor global sebagai konglomerat teknologi terdepan.

​Emiten Sektor Media Lain ($MNCN, FILM, RAAM): Sentimen positif ini biasanya ikut mengangkat gairah di sektor media. Investor akan mulai melirik kembali emiten konten seperti FILM atau RAAM karena tingginya nilai ekonomi dari sebuah konten digital dan platform distribusi di tahun 2026 ini.

​Hasil Analisa SentimenX

​Rencana IPO ini bukan sekadar gaya-gayaan. Secara strategis, ini adalah cara Vidio untuk mendapatkan modal segar guna memenangkan perang konten, terutama hak siar olahraga premium dan konten original lokal.

​Secara teknikal dan psikologis pasar, berita ini berfungsi sebagai katalis positif jangka menengah. Jika IPO ini terlaksana dengan sukses, profil risiko Grup Emtek akan bergeser dari perusahaan media tradisional menjadi raksasa media berbasis teknologi digital sepenuhnya. Namun, pasar tetap akan memantau bagaimana Vidio menjaga profitabilitasnya setelah resmi melantai nanti.

​Rangkuman

​Singkatnya begini: Vidio mau masuk bursa saham. Nilai perusahaannya ternyata sangat mahal, sampai 15 Triliun Rupiah, bahkan lebih mahal dari harga perusahaan induknya (SCMA). Karena Vidio punya potensi besar, orang-orang jadi berebut mau beli saham perusahaan yang punya Vidio (seperti SCMA dan EMTK). Ini adalah kabar baik buat industri hiburan digital di Indonesia karena membuktikan bahwa aplikasi buatan lokal bisa punya nilai sangat tinggi.

​still use ur DYOR

​Saya SentimenX, tetaplah bijak dalam mengambil keputusan investasi. Sampai jumpa di berita pasar selanjutnya!

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy