$CSRA Bagi pemula di dunia saham, seharusnya wajib mengetahui dasar2 ilmu fundamental maupun teknikal. Namun, saat ini AI bisa dipertimbangkan dalam membantu melakukan analisa sebuah saham, baik secara fundamental maupun teknikal.
Seperti contoh dibawah ini.. Analisa dilakukan oleh google gemini.
Berikut ini adalah analisis mendalam mengenai saham PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) berdasarkan data finansial dan teknikal terbaru per Januari 2026.
I. Analisa Fundamental (Kinerja Keuangan)
Secara fundamental, CSRA menunjukkan kinerja yang sangat solid sepanjang tahun 2025, didorong oleh peningkatan produksi dan harga jual rata-rata CPO (Crude Palm Oil) yang menguntungkan.
1. Laporan Laba Rugi (Profitabilitas)
* Pertumbuhan Laba: Laba bersih perusahaan tumbuh signifikan. Data hingga pertengahan 2025 menunjukkan lonjakan laba bersih >100% secara tahunan (YoY). Ini mengindikasikan efisiensi operasional dan momentum harga komoditas yang positif.
* Margin Keuntungan:
a. Gross Profit Margin (GPM) berada di kisaran 39% - 44%, angka yang sehat untuk emiten sawit (hulu).
b. Net Profit Margin (NPM) berada di level 19% - 20%, menunjukkan perusahaan sangat efisien dalam mengubah pendapatan menjadi laba bersih.
2. Valuasi (Mahal atau Murah?)
Saat ini, CSRA tergolong undervalued (murah) jika dibandingkan dengan potensi pertumbuhannya dan rata-rata industri.
* PER (Price to Earnings Ratio): Diperkirakan berada di kisaran 5.8x - 6.5x. Ini sangat menarik karena masih di bawah rata-rata industri sawit yang biasanya bermain di PER 8x - 12x. Artinya, pasar belum sepenuhnya menghargai lonjakan laba perusahaan.
* PBV (Price to Book Value): Sekitar 1.0x - 1.16x. Harga sahamnya diperdagangkan hampir setara dengan nilai buku ekuitasnya, yang merupakan area "wajar" namun cenderung murah mengingat profitabilitasnya yang tinggi (ROE ~16%).
* Dividen: CSRA rutin membagikan dividen. Dengan yield sekitar 1% - 3%, ini menjadi pemanis tambahan meskipun bukan dividend play utama (lebih ke growth).
3. Neraca Keuangan (Kesehatan)
* Hutang (Solvabilitas): Debt to Equity Ratio (DER) terjaga di level 0.6x - 0.7x. Ini adalah level aman (di bawah 1x), menunjukkan perusahaan tidak terbebani hutang berlebih dan memiliki ruang untuk ekspansi.
* Likuiditas: Posisi kas cukup kuat untuk membiayai operasional dan membayar kewajiban jangka pendek.
II. Analisa Teknikal (Momentum Harga)
Secara teknikal, pergerakan harga CSRA di awal tahun 2026 menunjukkan fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish jangka menengah.
Tren:
* Jangka Pendek: Sedang dalam fase koreksi wajar atau sideways setelah kenaikan sebelumnya.
* Jangka Menengah (Medium Term): Masih dalam tren Bullish. Harga masih bertahan di atas garis rata-rata pergerakan utama (MA200).
* Indikator:
* Moving Average: Harga saat ini (kisaran Rp915 - Rp960) berada di area krusial. Jika mampu bertahan di atas MA50, potensi kenaikan lanjutan terbuka lebar.
* Stochastic/RSI: Indikator momentum mungkin menunjukkan area netral, memberikan peluang untuk entry bertahap sebelum pembalikan arah ke atas.
Titik Kunci (Support & Resistance):
* Support Kuat (Area Beli): Rp 900 - Rp 915. Ini adalah benteng pertahanan psikologis dan teknikal. Selama harga tidak jebol di bawah Rp 900, tren naik masih aman.
* Resistance (Target Jual): Rp 1.015 - Rp 1.085. Jika harga berhasil menembus level psikologis Rp 1.000, target berikutnya adalah menguji All Time High di area Rp 1.085.
Kesimpulan: Apakah Layak Dikoleksi?
VERDICT: LAYAK DIKOLEKSI (BUY)
Saham CSRA layak untuk dikoleksi dengan profil risiko Menengah-Rendah karena alasan berikut:
* Valuasi Murah: PER di bawah 7x dengan pertumbuhan laba >100% adalah anomali pasar yang menarik (salah harga).
* Fundamental Kuat: Margin tebal dan neraca sehat.
* Prospek Sektoral: Harga CPO global yang stabil cenderung menguat di awal 2026 menjadi katalis positif.
Strategi Trading/Investasi:
* Investor (Jangka Panjang): Buy and Hold. Beli di harga saat ini, manfaatkan valuasi murahnya. Target harga wajar secara fundamental bisa mencapai Rp 1.200 - Rp 1.300 (implikasi PER 8x).
* Trader (Jangka Pendek): Buy on Weakness. Lakukan pembelian di area Rp 910 - Rp 930.
* Cut Loss jika harga penutupan turun di bawah Rp 890.
* Take Profit bertahap di Rp 1.000 dan Rp 1.050.
Disc.on..DYOR