$ERAA
Berdasarkan realisasi kinerja hingga Kuartal 3 dan proyeksi analis sekuritas, pendapatan ERAA untuk Full Year 2025 diperkirakan akan berada di kisaran Rp 70 - 73 Triliun.
Berikut adalah rincian perhitungan dan faktor pendorong utamanya:
1. Estimasi Pendapatan 2025: Rp 72,6 Triliun
Angka ini didasarkan pada proyeksi analis (seperti MNC Sekuritas) dan pola historis perusahaan:
* Realisasi 9 Bulan (Jan-Sep 2025): ERAA sudah mengantongi pendapatan sebesar Rp 52,36 triliun (tumbuh 7,7% YoY).
* Faktor Musiman Kuartal 4: Kuartal terakhir (Oktober-Desember) secara historis adalah periode terkuat ("panen raya") bagi ERAA karena adanya momen Natal, Tahun Baru, dan peluncuran produk flagship baru (seperti iPhone seri terbaru).
* Jika Kuartal 4 menyumbang sekitar 28-30% dari total penjualan tahunan (pola wajar ritel), maka angka Rp 72-73 Triliun sangat realistis untuk dicapai.
2. Kontribusi Bisnis Baru dalam Angka Tersebut
Meskipun bisnis baru (F&B, Gaya Hidup, Otomotif) sering menjadi headline berita, kontribusi nominalnya terhadap total pendapatan Rp 70 Triliun tersebut masih relatif kecil namun tumbuh paling pesat:
* Segmen "Aksesoris & Lainnya" (Rumah bagi Chagee, JD Sports, dll):
* Segmen ini diproyeksikan menyumbang sekitar Rp 11 - 12 Triliun di akhir 2025.
* Hingga September 2025 saja, segmen ini sudah tembus Rp 8,16 triliun, tumbuh 36% dibandingkan tahun lalu. Ini adalah segmen dengan pertumbuhan tertinggi (jauh di atas segmen HP yang hanya tumbuh satu digit).
* Artinya, bisnis seperti Chagee, Paris Baguette, dan JD Sports adalah motor pertumbuhan growth perusahaan, meskipun secara nominal masih kalah jauh dari jualan HP (Erafone/iBox) yang menyumbang Rp 50 Triliun lebih.
* Segmen Otomotif (XPENG):
* Diperkirakan belum memberikan dampak signifikan pada angka pendapatan Full Year 2025. Penjualan unit mobil kemungkinan baru mulai tercatat efektif di laporan keuangan pada akhir Q4 2025 atau awal 2026.
Kesimpulan
Target pendapatan Rp 72 Triliun di 2025 dapat tercapai, bukan semata karena jualan HP, melainkan berkat agresivitas segmen lifestyle (termasuk Chagee) yang tumbuh 36%. Tanpa bisnis-bisnis baru ini, pertumbuhan pendapatan ERAA kemungkinan akan stagnan di angka 5% saja (hanya mengandalkan HP), bukannya tumbuh hampir 8-10% seperti sekarang.