Bahlil lagi rajin mangkas produksi, dari nikel juga termasuk batu bara. Namun, apakah rencana pemangkasan produksi batu bara bisa berdampak positif atau bisa jadi bumerang?
Posisi Indonesia sebagai produsen nikel dan batu bara agak berbeda. Indonesia bisa dibilang salah satu eksportir nikel terbesar, dan baru saja ekspansi smelter besar-besaran.
Sehingga mayoritas Supply ada dari Indonesia. Jadi, ketika Indonesia berencana melakukan pemangkasan produksi, efeknya bisa terasa signifikan ke Supply di pasar.
Di sisi lain, untuk batu bara, porsi antara Indonesia dengan Australia tidak terlalu beda jauh. Sehingga pemangkasan produksi malah berpotensi menguntungkan pihak Australia.
Meski begitu, rencana ini bisa direspons positif juga jika akhirnya berpengaruh ke harga batu bara. Mungkin, pemerintah lagi butuh harga batu bara tinggi agar pendapatan negara bukan pajak bisa naik ya.
Ulasan prospek saham batu bara bisa dibaca selengkapnya di sini: https://cutt.ly/7tjNOvJm
$AADI $PTBA $ITMG
